Friday, February 5, 2016
Keluarga Tak Makan, Adnan Nekat Curi Tabungan Masjid
LHOKSEUMAWE - Adnan Kamijaya (39), warga Desa Kampung Kramat, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Jumat (5/2), tertangkap jamaah saat mencuri uang dalam celeng Masjid Baiturahman, Lhokseumawe.
Azhar (46), petugas keamanan Masjid Baiturahman, kepada AJNN di ruang SPK Polres Lhokseumawe mengatakan, hasil laporan dari sejumlah jamaah, pelaku sudah beberapa kali melakukan pencurian celengan mesjid saat salat Jumat.
Dari laporan tersebut, kemudian Azhar memantau gerak gerik pelaku sebelum salat Jumat. Saat khutbah berlangsung, Azhar mengaku duduk tepat di belakang pelaku. "Tak lama setelah itu, satu celengan yang disorong oleh salah satu jamaah langsung diambil pelaku dan dihimpitkan pada kedua pangkal pahanya," jelasnya.
Secara perlahan-lahan, jelas Azhar celengan tersebut langsung dibuka pelaku dan secepat kilat menguras seluruh isi celeng ke dalam saku bajunya. "Waktu saya lihat pelaku menguras uang dalam celengan, langsung saya pegang kerah baju pelaku dan membawa pelaku keluar masjid," imbuhnya.
Azhar menambahkan, dari tangan pelaku berhasil diamankan uang sejumlah Rp 309 ribu. Pada pemeriksaan di ruang SPK Polres Lhokseumawe, pelaku mengaku sudah dua kali mengambil uang dalam celengan Masjid Baiturahman. Pelaku mengaku tujuan mengambil uang masjid untuk membeli beras, karena keluarganya sudah satu hari tak makan.
Sumber : AJNN
Karyawan Kertas Kraft Aceh Tuntut Pembayaran Tunggakan Gaji
Lhokseumawe: Ratusan karyawan PT Keras Kraft Aceh (KKA) di Desa Jamuan, Kabupaten Aceh Utara, menuntut perusahaan agar melunasi tunggakan gaji mereka selama lima bulan.
Salah seorang karyawan PT KKA Abu Bakar mengatakan, sekitar seratusan pekerja di perusahaan kertas tersebut sudah lima bulan tidak dibayar gajinya, sehingga para pekerja terpaksa melakukan unjuk rasa.
Dalam unjuk rasa tersebut, ratusan pekerja memblokir pintu masuk ke pabrik PT KKA, sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan "Pak Dirut PT KKA kami lapar.
Perusahaan harus segera membayar gaji kami, jangan sampai tunggakan gaji terus berlanjut dan cukup sampai lima bulan saja. Kami sudah lelah seperti ini, hasil jerih yang sudah bekerja perusahaan tersebut tidak dihargai," ujar Abu Bakar, kepada wartawan di Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, seperti dikutip dari Antara, Jumat (5/2/2016) .
Abu Bakar menambahkan, meskipun gaji belum dibayar, para pekerja masih setia terhadap perusahaan dan tetap masuk kerja. Meskipun segala kebutuhannya tidak bisa terpenuhi dengan baik.
Apabila perusahaan masih tetap tidak melunasi gaji tersebut, maka pekerja akan melakukan mogok selama batas waktu yang tidak ditentukan. Apabila gaji tersebut sudah dilunasi, maka baru bisa kerja kembali.
Kalau gaji belum dilunasi, maka kami akan melakukan mogok sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kami tidak menuntut banyak, yang kami ingin hanya gaji dibayar lunas," tegas Abu Bakar.
PT KKA merupakan perusahaan penghasil kertas milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibangun pada 1985. Pabrik mulai beroperasi pada 1989 dan berproduksi secara komersil pada 1990, karena keterbatasan bahan baku gas, pada 31 Desember 2007 perusahaan tersebut berhenti beroperasi.
Sumber : Metrotvnews
