Showing posts with label irwandi yusuf. Show all posts

Thursday, March 10, 2016

Surya Paloh Akan Temui Calon Gubernur Aceh

No comments :
Surya Paloh Akan Temui Calon Gubernur Aceh

BANDA ACEH - “Pertemuan itu lebih kepada silaturahmi sebagai orang Aceh. Beliau ingin mendengar masukan, keinginan orang Aceh itu apa. Meskipun ada Partai NasDem di Aceh, tapi beliau ingin mendapatkan informasi yang utuh dari masyarakat Aceh,” kata Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Zaini Djalil SH, didampingi Sekretaris, Ramadhana Lubis, dan beberapa petinggi partai dalam konferensi pers di kantor partai itu di Banda Aceh, Rabu (9/3). Dia menjelaskan, khusus untuk balon gubernur, Surya Paloh hanya melakukan pertemuan dengan balon yang masuk dalam survei partai itu. Surya Paloh akan melakukan pertemuan tertutup dengan masing-masing balon secara terpisah. Adapun nama balon tersebut adalah Zaini Abdullah, Tarmizi Karim, Irwandi Yusuf, dan Muzakir Manaf alias Mualem. “Berbeda dengan daerah lain. Beliau (Surya Paloh) ingin mengkoordinir langsung secara sendiri, beliau ingin Aceh bisa melakukan pembangunan bersama pemerintahan (pusat) yang saat ini berada dengan beliau (Partai NasDem). Sedangkan pertemuan dengan balon bupati dan wali kota se-Aceh akan dilangsungkan di Hotel Hermes (Palace),” ujarnya. Menurut Zaini, pertemuan itu dilakukan tidak untuk dukung-mendukung kandidat tertentu, karena hasil survei baru akan diumumkan pada April mendatang. Tetapi, pada dasarnya lebih mengajak semua pihak untuk ikut menyukseskan Pilkada Aceh 2017 agar dapat berjalan secara sukses, damai, aman, dan berkualitas. “Partai NasDem sangat berkeinginan semua masyarakat menyukseskan pilkada. Bagi NasDem, tidak penting kader NasDem menang jika Aceh masih berkonflik. Sikap ini diambil Partai NasDem tidak terlepas dari posisi Bapak Surya Paloh sebagai putra Aceh yang berperan penting dalam mendukung pemerintahan Jokowi-JK,” katanya. Sumber: Serambi

Tuesday, March 8, 2016

Jelang Pilkada Surya Paloh Pulang Kampung halaman

No comments :
Jelang Pilkada Surya Paloh Pulang Kampung halaman

BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh dijadwalkan pada Kamis besok, 10 Maret 2016 akan tiba di Banda Aceh untuk mengikuti beberapa rangkaian acara Partai Nasdem Aceh terkait Pilkada serentak yang akan digelar pada 2017 mendatang.
Hari ini, Rabu 9 Maret 2016, DPW Partai Nasdem Aceh juga akan menggelar konferensi pers mengenai agenda-agenda kedatangan Surya Paloh, pada pukul 11.30 WIB di Kantor DPW Partai Nasdem Aceh, Lampineung Banda Aceh.
Menurut informasi yang diterima Klikkabar.com, Surya Paloh nantinya akan bertemu dengan bakal calon kepala daerah yang diusung Partai Nasdem di Pilkada Aceh. 
Pria yang bernama lengkap Surya Dharma Paloh tersebut, merupakan putra kelahiran Banda Aceh. Ia merupakan satu-satunya Ketua Umum partai di tingkat nasional yang berasal dari Aceh.
Sebelum mendirikan Partai Nasdem, ia pun pernah maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar, namun langkahnya saat itu tertahan, karena rivalnya Abu Rizal Bakri lebih unggul dalam perolehan suara.
Surya Paloh pun menjadi pengusaha sukses di Jakarta, ia adalah pemilik Metro TV. Sebelum membangun saluran televisi tersebut, Surya Paloh mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas pada 2 Mei 1986. Koran yang dicetak berwarna ini, laku keras. Akrab dengan pembacanya yang begitu luas sampai ke daerah-daerah. Sayang, surat kabar harian itu tidak berumur panjang, keburu dicabut SIUPP-nya oleh pemerintah.
Kehadirannya kali ini ke Aceh, tentu menjadi tanda tanya besar, apalagi menjelang perhelatan akbar pesta demokrasi di Aceh. Penentuan calon yang akan diusung pada Pilkada 2017 nanti, tentunya harus mendapat restu dari orang nomor satu di Nasdem ini.

Sumber: Klik kabar

Monday, February 22, 2016

Irwandi Melakukan Pertemuan Dengan Baret-Agam Pase

No comments :

Bakal calon Gubernur Aceh pada pemilukada 2017 mendatang, Irwandi Yusuf melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh dan anggota Barisan Relawan Teungku Agam (Baret- Agam) di Pase, Senin, 22 Februari 2016, sore. Pertemuan tersebut setelah Irwandi menghadiri peringatan Maulid Nabi di Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. “Setelah menghadiri acara di Pesantren Abu Hasballah, Kecamatan Nisam,  Irwandi Yusuf melanjutkan pertemuan dengan sejumlah tokoh serta para Barisan Relawan Teungku Agam (Baret- Agam ) di Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu,  tepatnya di rumah dasar SINAR “Seuramoe Irwandi Nazar” ketika awal-awalnya Irwandi Yusuf dicalonkan sebagai Gubernur Aceh melalui jalur independen pasca penandatangan MoU Helsinki dulu,” kata Ahmad Dani, orang dekat Irwandi Yusuf yang juga mantan kombatan GAM.

Dani menyebut dalam pertemuan tersebut terlihat mantan perwakilan GAM di AMM (Aceh Monitoring Mission) Aceh Utara dan Lhokseumawe Tengku Sabri Ismail dan sejumlah mantan kombatan, mahasiswa serta tokoh masyarakat. “Sebelumnya, Irwandi Yusuf landing di Bandara Malikussaleh, Aceh Utar sekitar pukul 10. 45 WIB (kemarin), dan tiba-tiba seorang anggota DPR RI asal Aceh dari Fraksi Partai Gerindra Tengku Khaidir (yang kebetulan berada di bandara itu) menyapa Irwandi Yusuf setelah turun dari pesawat pribadinya “Eagle One Hana Karu Hoka Gata,” tambah Dani.

Dani menambahkan, sebelum berangkat ke lokasi peringatan maulid di Nisam, Irwandi Yusuf sempat menyapa tim Baret-Agam di Krueng Mane. Mantan gubernur Aceh itu kemudian menandatangani selembar baliho "Relawan Irwandi Yusuf For Aceh 1, 2017-2022" dan juga spanduk bertuliskan "Barisan Relawan Teungku Agam (Baret Agam) Kabupaten Aceh Utara". Irwandi Yusuf kemudian bersama rombongan didampingi Sofyan, Sekretaris PNA Aceh Utara melakukan perjalanan menuju Kecamatan Nisam untuk memenuhi undangan acara maulid di Pesantren Abu Hasballah, Gampong Keutapang.

Sumber: Portal satu

Wednesday, February 3, 2016

Irwandi Yusuf: Menculik dan Menembak Mati Sama-Sama Salah

No comments :


Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, meminta kepolisian untuk segera menangkap dua penculik Kamal Bahri, Sekretaris Unit Pelayanan Pengadaan di Sekretariat Provinsi Aceh, yang hingga kini buron. Namun dia juga meminta polisi untuk tidak melakukan cara-cara kekerasan, seperti menembak para pelaku. "Polisi harus melakukan upaya persuasif untuk meminta pelaku menyerahkan diri," kata Irwandi Yusuf kepada AJNN, Rabu (3/2). "Menculik orang memang salah. Tapi cara-cara polisi menembak pelaku sampai meninggal juga salah." Kedua penculik itu dinilai Irwandi sebagai saksi kunci dalam upaya polisi mengungkap motif penculikan Kamal. Pengakuan istri Barmawi (Allahuyarham), pelaku yang tewas akibat peluru polisi, bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap kasus tersebut.

Irwandi mengaku mendapatkan informasi bahwa Barmawi pernah memberikan uang kepada Kamal. Uang itu diserahkan untuk memenangkan salah satu proyek. Namun, setelah uang diberikan, janji itu tak tepati.
Dia juga mengungkapkan banyak kontraktor yang diperas oleh pejabat. Namun hal ini tak bisa ditindak karena tak ada bukti. Kontraktor pun tak berani melapor. “Saya sering dapatkan kasus seperti Kamal ini, tapi sulit untuk dibongkar," imbuhnya.

Irwandi mengaku mengenal sosok Barmawi. Saat konflik, Barmawi merupakan bagian keuangan Gerakan Aceh Merdeka untuk wilayah Pase. Di mata Irwandi, Barmawi adalah sosok yang sopan dan dermawan.
Kepolisian sendiri tengah memburu dua tersangka lain, "Selain Barmawi dan Ismuharrudin, yang tewas dalam baku tembak, ada dua orang lainnya terlibat dalam penculikan tersebut," kata Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Polisi Husein Hamidi, kemarin.
Polisi juga belum mengetahui identitas para pelaku. Kepada Polisi, kata Husein, Kamal mengaku disekap empat pelaku yang memanggul dua senjata laras panjang.

Sumber: Ajnn

Tuesday, February 2, 2016

Irwandi Yusuf memberikan sebuah Ide di forum aceh.net dengan judul "TRIGGER HAPPY"

No comments :
TRIGGER HAPPY
Trigger Happy adalah suatu kecendrungan aparat penegak hukum atau siapapun yang mudah terprovokasi untuk menembak, sering sekali diluar prosedur.
Kasus yang terjadi di Gandapura kemaren adalah sebuah contoh dari trigger happy aparat.
Tersangka memang membawa senjata api untuk melakukan kegiatan penculikan terhadap aparat pemerintah yg telah menipunya dgn mengambil sejumlah uang dgn iming-iming proyek yang tidak dimenangkan oleh korban dan korban telah berkali-kali meminta uangnya kembali tetapi si PNS ini selalu berkelit sehingga terjadilah drama penculikan itu.
Memiliki dan membawa senjata api illegal adalah salah. Menggunakannya lebih salah lagi. Kalau tersangka pelakunya menggunakan senjata itu thd aparat penegak hukum maka aparat penegak hukum dapat melumpuhkannya dengan kekerasan, termasuk dgn tembakan.
Bagaimana kalau tersangka menenteng senjata dalam keadaan tidak terkokang atau tidak dalam posisi siap tembak, bolehkah polisi langsung menembaknya mati?
Untuk mengetahui apakah senjata tersangka sdh terkokang atau belum memang bukan perkara mudah. Yang paling mudah adalah mengetahui senjata itu ada dalam posisi siap tembak atau tidak. Maksud posisi disini, senjatanya diarahkan atau tidak. Kalau jawabannya TIDAK maka polisi harus memintanya untuk menaruh senjata lebih dahulu dan menyerah. Dalam fase ini polisi tidak boleh menembak tersangka.
Kasus trigger happy banyak sekali terjadi. Contoh-contohnya sudah sangat banyak, bahkan ada contoh yang lebih konyol dari yang terjadi di Gandapura. Penembakan terhadap si Beurujuek di sebuah pompa bensin tempo hari adalah contoh pelanggaran hukum oleh aparat penegak hukum. Tersangka yang diburu dan tidak bersenjata serta sudah nenyerah tetap ditembak dari jarak sangat dekat padahal polisi sudah mengepit kepala tersangka dalam ketiaknya. Dorrr. Ini semua terekam dalam cctv di tempat itu, tetapi rekamannya sudah diminta oleh aparat kepolisian.
Setelah setiap terjadi penembakan secara tidak prosedural biasanya aparat penegak hukum mengarang cerita untuk menjustifikasi pembunuhan yang telah mereka lakukan. Dan, sering berhasil.
Nah, disini timbul oermasalahannya. Mata dunia dapat kita tipu dan kita kelabui, tetapi tanggung jawab akhirat terhadap hilangnya nyawa orang dapatkah kita pertanggungjawabkan kelak? Tidak dan tidak. Baik si pelaku maupun atasan pelaku akan kena tulah ukhrawi. Ingat, dosa membunuh manusia tidak ada ampunannya kecuali dgn qishas ataupun dimaafkan oleh keluarga korban. Tidak ada cara lain.
Sewaktu masih muda mungkin kita bangga dan merasa heroik telah menembak orang, tapi nanti di usia tua tatkala kita mulai lebih banyak tafskkur di atas sajadah, kita pasti teringat dengan kesalahan masa lalu yaitu pernah membunuh orang dan kita tersadar bahwa dosa kita tidak terampunkan dan ibadah kita menjadi sia-sia. Maka, harus ada solusinya: Qishas untuk diampunkan melalui pemaafan ataupun melalui hukuman.
Maka, setelah melihat tindakan penghilangan nyawa orang yg cenderung meningkat dari tahun ke tahun di kalangan sipil, sangatlah perlu diterbitkan Qanun Qishas untuk pembunuhan. Tujuannya adalah sebagai deterrent untuk melindungi nyawa nanusia dan juga sebagai sarana bagi yang terlanjur membunuh untuk menghapus dosanya. Singkat dan tidak bertele-tele. Qishas itu dibutuhkan bersama oleh korban dan pelaku.
Untuk mencegah trigger happy di kalangan aparat negara maka sudah saatnya Pengadilan HAM ditubuhkan di Aceh sebagaimana yang telah dicantumkan dalam MoU Helsinki, juga sebagai model bagi provinsi lain di Indonesia. Aceh sudah banyak memberi contoh untuk nasional dan akan tetap memberi contoh lagi.
Tulisan singkat ini jauh dari sempurna dan ditulis ketika baru bangun tidur. Kalau ada yang kurang sesuai dapat disesuaikan kemudian, yang penting nyawa manusia diselamatkan dulu. Untuk itu, saya mohon masukan tanpa cemoohan dan celaan.
Wallahua'lam.