Saturday, March 12, 2016
Inilah Alasan Pln Mematikan Lampu di Aceh
Wali kota Banda Aceh ibu illiza_saaduddibertanya kepada pihak pln tentang kenapa akhir-akhir ini kota banda aceh dan sekitarnya mengalami mati lampu dan Ini jawaban kepala PLN atas mati lampu secara terus menerus di Banda Aceh... Rumah saya juga mati lampu.... Smg Allah memudahkan segala ikhtiar dari PLN yg sedang berusaha.
Thursday, March 10, 2016
Bergek akan sapa penggemar yang ada di Banda Aceh
![]() |
| Bergek akan sapa penggemar yang ada di Banda Aceh |
Setelah menyapa penggemar melalui konser di beberapa kabupaten/kota di Aceh. Penyanyi dan komedian asal Lhokseumawe, Bergek akan melakukan konser di Banda Aceh.
Rencananya konser dilaksanakan, Sabtu (12/03/2016) di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, atau arena Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Lamprit, Banda Aceh.
Insyaallah, Bergek akan tampil dan menghibur masyarakat di Banda Aceh, " kata manager Bergek, Iwan Setiawan kepada habadaily.com
Kata Iwan, pada malam tersebut, Bergek cs akan membawakan beberapa tembang yang saat popular saat ini. Seperti boh hate ka gadoh dan sejulah tembang lainnya.
Selain Bergek sejumlah artis Aceh lainnya juga akan ikut hadir pada malam itu," jelasnya.
Sumber : Habadaily
Tuesday, March 8, 2016
Ribuan warga aceh melaksanakan sholat Sunah GMT
![]() |
| Ribuan warga aceh melaksanakan sholat Sunah GMT |
BANDA ACEH - Ribuan warga Aceh khusyuk melaksanakan salat sunah gerhana matahari di sejumlah masjid, menyambut fenomena alam langka yang diyakini sebagai bukti kekuasaan Allah.
Pantauan Okezone di Masjid Baiturrahim Ulee Lheu, Banda Aceh, Rabu (9/3/2016), jamaah yang hadir ke masjid bersejarah ini membludak dan tumpah hingga ke halaman, karena tak muat di dalam. Bukan saja orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Sebelum salat, sebagian besar dari mereka ikut menyaksikan gerhana matahari di atas gedung penyelamat tsunami (Escape Building) Ulee Lheu yang hanya berjarak 150 meter dari masjid.
Habis dari gedung itu tadi lihat gerhana langsung ke sini untuk salat," sebut Kamaliah, seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh.
Dia ikut membawa anaknya untuk salat bersama. "Sekalian mau memperkenalkan ke anak-anak salat gerhana," ujarnya.
Salat gerhana di sana dimulai dari pukul 08.00 WIB, diimami Ustad Ivan Aulia. Salat kusuf dilakukan dengan dua rakaat, masing-masing rakaat. Usai salat dilanjutkan dengan khutbah atau tausyiah gerhana. "Gerhana matahari menunjukkan kepada kita betapa besarnya kekuasaan Allah," kata ustad Faturrahmi dalam tausyiahnya.
Menurutnya, gerhana banyak dijelaskan dalam Alquran, membuktikan bahwa kitab suci umat Islam ini sangat ilmiah, penuh dengan ilmu pengetahuan atau sains. "Alquran jangan hanya dibaca teks saja, tapi harus dipelajari,k sebutnya.
Orang-orang yang melihat gerhana ini, lanjut dia, harus ingat dengan kematian, hari kiamat dan kekuasaan Allah. Nabi Muhammad menganjurkan umatnya memperbanyak beristigafar, bertasbih dan bertakbir saat terjadinya gerhana.
Selain di Masjid Baiturrahim, salat gerhana matahari juga digelar di masjid-masjid lainnya di Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, diantaranya Masjid Teungku Imum Lueng Bata, Masjid Tungkop, Masjid Kampus dan lainnya.
Sumber : Okezone
kenapa sih mau nonton peristiwa gerhana matahari?
![]() |
| kenapa sih mau nonton peristiwa gerhana matahari? |
BANDA ACEH - Seribuan warga kota Banda Aceh berkumpul di rooftop kantor TDRMC Banda Aceh, Rabu (09/03/2016). Para warga antusias untuk melihat fenomena langka Matahari Gerhana Matahari dengan puncak diprediksi berlangsung pukul 07. 20 WIB.
Masyarakat yang datang tidak hanya dari kalangan dewasa hingga anak usia balita. Bahkan beberapa kaum ibu menggendong atau mendorong stroller bayi mereka untuk datang menonton.
Berikut alasan warga terkait 'kenapa sih mau nonton peristiwa gerhana matahari?
Ammir Dayyan, warga banda aceh yang juga anggota komunitas pecinta astronomi, Aceh Astro lover mengatakan sangat antusias untuk melihat fenomena langka ini.
Karena ini peristiwa langka, maka saya selalu menyempatkan hadir," ujarnya kepada serambinews.com.
Persiapan yang Amir bawa untuk melihat fenomena ini pun terbilang rapi.
Awalnya mau pakai teleskop dengan filter untuk bisa melihat langsung, tapi karena filter kekecilan jadi ya filternya saja dipakai sebagai ganti teleskop,"tuturnya.
Muha pun tak ketinggalan, mahasiswa salah satu universitas ini pun mengaku penasaran dengan fenomena ini.
Iya penasaran sekali mau lihat. Ini saya bawa action cam sekalian mau bikin time lapse," katanya.
Lain pula dengan Surya, peminat fotografi ini justru mengaku ini adalah momen untuk bersilaturahmi.
Kan rame disini, jadi bisa ketemu banyak orang yang saya kenal yang udah lama ga ketemu," paparnya.
Kegiatan 'menonton' gerhana matahari memang difokuskan di Gedung TDMRC ini. Karena disini merupakan spot paling tepat untuk melihat fenomena 32 tahun sekali ini
Sumber : Serambi
Thursday, March 3, 2016
Polwan Asal Aceh Meninggal Usai Dilantik
Seorang Polisi Wanita (Polwan) asal Aceh, Bripda Maya Humaira meninggal dunia usai dilantik, Senin (29/2) di Jakarta. Angkatan ke-44 ini meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Polri, Senin (29/02/2016) di Jakarta.
Seperti dikutip dari laman tribratanewsaceh.com, hadir Waka Polda Aceh, Brigjen Pol Drs.Rio S Djambak dan sejumlah pejabat utama di kediaman rumah duka menyambut kedatangan jenazah, Selasa (01/03/2016). Almarhumah dimakamkan di Desa Luengbata, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh.
Jenazah Bripda Maya Humaira tiba di Banda Aceh sekira pukul 16.00 WIB, Selasa (1/3) melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Suasana haru menyelimuti keluarga almarhumah saat jenazah tiba di rumah.
Sebelum Bripda Maya Humaira menghembus nafas terakhir sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Jakarta. Dan pada pukul 19.00 WIB usai pelantikan, Bripda Maya Humaira menghadap sang khalik. Dia meninggal dunia karena menderita usus buntu.
Meninggalnya Bripda Maya Humaira dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol T Saladin. Dia mengaku hadir menyambut kedatangan jenazah di rumah duka.
Ya, rumahnya di Luengbata, dia meninggal karena menderita usus buntu,” kata Kombes Pol T Saladin via telepon genggamnya.
Sumber : Haba Daily
Sunday, February 28, 2016
BREAKING NEWS: Wali Kota Bubarkan Even Model di Grand Nanggroe
![]() |
| BREAKING NEWS: Wali Kota Bubarkan Even Model di Grand Nanggroe |
BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal membubarkan even pemilihan model Aceh, Minggu (28/2/2016) di Aula Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.
Acara itu bernama "Indonesian Model Hunt 2016" itu diikuti ratusan peserta dari seluruh Aceh.
Illiza bersama jajarannya masuk ke Aula hotel sekira pukul 11.00 WIB, dan menemukan sejumlah model dengan pakaian seronok.
Agensi dan semua peserta yang berpakaian tidak sopan, segera ke balai kota. Kita selesaikan nanti di sana," ujar Illiza.
Dia tambahkan, kegiatan itu telah berlangsung tanpa izin dan tidak sesuai syariat Islam.
Amatan Serambinews.com di lokasi. Para peserta mengenakan berbagai jenis pakaian yaitu hitam-putih, casual, batik dan pakaian pesta.
Beberapa peserta memakai pakaian syar'i, namun sebagian besar mengenakan pakaian 'ala barat.
Ketua Panitia, Pandapotan Siahaan membantah acara tersebut melanggar syariat Islam, karena gladi sehari sebelumnya semua peserta mengenakan jilbab.
Saya tidak menyuruh mereka melepas jilbab. Tahun lalu pun semua peserta mengenakan jilbab," kata dia.
Sumber : Serambi
Friday, February 26, 2016
Tugu Baru Simpang 5 Banda Aceh Dibangun Tahun Ini
![]() |
| Tugu Baru Simpang 5 Banda Aceh Dibangun Tahun Ini |
BANDA ACEH – Tugu baru Bundaran Simpang Lima Kota Banda Aceh akan mulai dibangun tahun ini. Kepastian itu diperoleh Jumat, 26 Februari 2016 usai penandatangan perjanjian kerja sama antara Pemko Banda Aceh dan PT Bank Bukopin tentang pembangunan kembali tugu yang telah berdiri sejak 1994 tersebut.
Perjanjian kerja sama itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Pimpinan PT Bank Bukopin Cabang Banda Aceh Riza Prapanca di Balai Kota Banda Aceh. Turut hadir pada kesempatan itu Asisten Administrasi Umum M Nurdin bersama sejumlah Kepala SKPK dan Kabag terkait serta jajaran pimpinan Bank Bukopin Banda Aceh.
Wali Kota Illiza pada kesempatan itu meyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesanggupan Bukopin untuk merevitalisasi tugu Simpang Lima yang merupakan salah satu ikon Kota Banda Aceh.
Ini tugu yang bersejarah yang membawa Banda Aceh dikenal dunia karena sering dijadikan pusat aksi demonstrasi. Lokasinya juga sangat strategis di pusat kota.
Terkait desain baru Tugu Simpang Lima, Illiza menjelaskan, akan dibangun lima pilar utama yang merujuk pada lima Rukun Islam. Pilar tersebut berbentuk setengah “Pintoe Aceh” yang menjulang ke atas setinggi 14 meter. “Pada lima sisinya tertera kaligrafi asma Allah yang dikombinasinya dengan ornamen khas Aceh,” sebutnya.
Menurut Illiza, pihaknya ingin membangun kembali tugu ini sesuai dengan perubahan zaman serta lebih baik dari segi desainnya.
Tugu yang baru nanti kita harapkan dapat mewakili wajah baru Kota Banda Aceh, karena tahun ini sejumlah proyek besar lainnya juga mulai dikerjakan seperti Renovasi Masjid Raya, BMEC, dan revitalisasi Taman Sari (Bustanussalatin),” sebutnya lagi.
Sementara itu, Riza Prapanca selaku Pimpinan Bank Bukopin Cabang Banda Aceh, menyampaikan, menjadi kebanggan bagi pihaknya untuk membangun kembali ikon kota yang juga dibangun Bukopin pada 1994 silam tersebut. “Menyahuti permintaan dari Wali Kota Illiza, ini merupakan kesempatan kedua kami untuk memperindah Kota Banda Aceh.
Mengenai teknis pengerjaan proyek dimaksud, sambung Riza, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemko Banda Aceh. “Mulai dari desain dan lain sebagainya pihak Pemko yang menyiapkannya. Kami men-support pendanaannya saja, dan kami berharap proyek ini dapat selesai dalam tahun ini,” kata Riza.
Dana untuk pembangunan tugu ini kami alokasikan khusus di luar dana CSR, dan tentunya dengan persetujuan kantor pusat,” katanya seraya mengharapkan hubungan kerja sama antara Pemko Banda Aceh dan Bukopin dapat terus berlanjut dengan baik di masa mendatang.
Sumber : Klik Kabar
Monday, February 22, 2016
Tarmizi Karim Janji Akan Sejahterakan Mantan Kombatan GAM
BANDA ACEH, Calon Gubernur Aceh untuk periode 2017-2022, Ir. H. Tarmizi A. Karim berjanji akan mensejahterakan para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) jika seandainya ia terpilih dalam pilkada 2017 mendatang.
Hal itu disampaikan Tarmizi Karim saat menggelar silaturrahmi dan makan malam dengan para wartawan di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh pada Minggu 21 Februari 2016 malam.
Dihadapan para wartawan, Tarmizi Karim mengatakan persoalan yang dihadapi oleh para mantan kombatan GAM saat ini yang jauh dari kata sejahtera karena hak mereka sebagaimana yang diamanatkan belum terpenuhi.
Menurutnya, hal itu belum terwujud karena sistem pengelolaan para mantan GAM belum maksimal, padahal secara finansial menurutnya Aceh tidak punya kendala sama sekali.
Insya Allah jika nanti masyarakat Aceh memberi amanah, saya akan mensejahterakan para mantan kombatan GAM,” ujar PJ Gubernur Kalimantan Selatan itu.
Tarmizi Karim juga mengatakan bahwa perdamaian Aceh tetap harus menjadi nomor satu untuk meraih cita-cita bangsa yang maju dan sejahtera. “Saya pulang kampung kembali (Aceh) tetap menjadikan perdamaian sebagai prioritas utama,” sebutnya.
Ia juga menyebutkan bahwa tekadnya maju dalam pilkada Aceh 2017 mendatang adalah untuk meningkatkan pembangunan di Aceh, sumber daya manusia (SDM), mengentaskan kemiskinan dan melestarikan perdamaian. Ia akan menggerakkan spirit Aceh baru Aceh maju sebagai motivasi dalam membangun Aceh yang lebih baik.
Tarmizi juga mengatakan akan menggerak dan meningkatkan pembangunan prioritas di pedesaan seperti infrastruktur dan irigasi, karena menurutnya lumbung kehidupan Aceh ada di desa.
Saya maju dan mencalonkan diri pada pilkada Aceh 2017 mendatan, hanya punya satu tujuan, yaitu ingin mensejahterakan rakyat Aceh dengan menggerakkan pembangunan di Aceh secara menyeluruh dan merata serta meningkatkan pembangunan di pedesaan,” ungkapnya.
Sumber : Lintas Nasional
Diminta Tindak Polisi Mesum, Satpol PP dan WH Berdalih Tak Cukup Saksi
BANDA ACEH – Terkait permintaan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) untuk menindak dua oknum polisi karena melanggar aturan jinayah dan khamar. Kepala Satpol PP dan WH Abdya melalui Kasi Trantib, Delvan Arianto mengatakan pihaknya hanya mendapat laporan dan pengaduan tentang kasus khalwat, tidak dengan kasus khamar.
Khamar tidak ada laporan dan pengaduan ke kami. Yang ada laporan cuma khalwat,”ujarnya saat dihubungi AJNN melalui telepon,Senin (22/2) .
Kata dia, kasus perbuatan khalwat yang melibatkan oknum polisi Resor Abdya itu, kini tidak diproses lagi dengan qanun jinayah karena tidak cukup saksi.
Kasus khalwat itu sama kami sudah selesai. Jika dalam qanun jinayah mengatakan harus ada saksi empat orang. Maka kasus ini tidak ada saksi, oleh karena kami merujuk ke Qanun Aceh No 9 tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat Istiadat,” kata Delvan.
Dikatakan Delvan, kasus khalwat tersebut, pelaku perempuannya adalah anak di bawah umur.
Perempuannya anak di bawah umur, jadi kami sudah serahkan ke Polres. Itu diatur dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Anak,” katanya.
Sumber : AJNN
Photo : Ilustrasi
Gedung pengepakan ikan Lampulo ambruk
BANDA ACEH – Gedung pengepakan ikan di tempat pelelangan ikan Lampulo, Banda Aceh, ambruk, Senin (22/2), sekitar pukul 15:05 WIB. Reruntuhannya menimpa dua sepeda motor dan dua becak bermotor, Senin (22/2) .
Menurut Safaruddin, warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, runtuhan itu menyebabkan suara bergemuruh. Dia menduga bangunan yang roboh akibat dibangunan tanpa memperhatikan spesifikasi bangunan, sesuai ketentuan. “Pembangunan gedung ini banyak yang tidak sesuai dengan spek.
Ketua Asosiasi Pedagang Ikan TPI Lampulo Suherman mengatakan hal sama. Pada awal pembangunannya, dua tahun lalu, dia melihat pengerjaan bangunan ini tidak sesuai dengan penyangga. Bahkan sejak lama dia memperkirakan bangunan ini tak bertahan lama.
Banyak bangunan yang sudah retak. Namun hanya ditambal. Jadi dari luar bagus, tapi sebenarnya di dalamnya hancur,” kata Suherman.
Beruntung, kata Suherman, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dia menaksir kerugian negara akibat bangunan tak layak ini mencapai ratusan juta rupiah.
Sumber : AJNN
Wednesday, February 17, 2016
Mencuri Uang dari kasir cafe
![]() |
| Mencuri Uang dari kasir cafe |
Monday, February 15, 2016
Istri Pejabat Aceh Barat Tertangkap Mesum di Banda Aceh
BANDA ACEH – Istri seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat tertangkap berduaan di sebuah hotel wisat di kawasan Peunayong, Banda Aceh. Di kamar itu, NA--sebut saja begitu--berduaan, tidak dengan suami ataupun muhrimnya.
Perempuan berprofesi sebagai pegawai negeri sipil. Sedangkan prianya, HT, berprofesi sebagai wiraswasta,” kata Kepala Bidang penegakan Syariat Islam di Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, Evendi A Latief, di kantornya, Senin (15/2) .
Penangkapan ini berawal dari peran keluarga NA, Jumat malam lalu. Karena mencurigai hubungan ini sejak lama, mereka membuntuti NA saat berada di Banda Aceh. Keluarga juga mengikuti NA sampai ke hotel. Hanya berselang 15 menit setelah kedua pelaku berada dalam kamar, keluarga memaksa masuk ke dalam kamar dan mendapati mendapati NA bersama HT.
Keluarga lantas menghubungi WH Banda Aceh. Saat ini, NA dan TH berada dalam penahanan WH Kota Banda Aceh. WH juga meminta keterangan dari keluarga pelaku sebagai saksi. Kepada petugas, mereka tak bisa berkilah. Keduanya mengaku melanggar syariat Islam dan kini menghadapi hukuman cambuk karena melanggar pasal dalam qanun jinayah.
Sumber : AJNN
Photo : Ilustrasi
Wednesday, February 10, 2016
Akibat tidak tahan datangya musim hujan
Akibat cuaca dingin, sepasang remaja eh oh di dalam ruko
Banda Aceh - Sepasang siswa siswi salah satu SMK di banda Aceh tertangkap mesum di dalam sebuah ruko kawasan neusu Aceh pada pukul 00.30 dini hari di saat cuaca yang hujan deras dan dingin.
para warga setempat curiga dan terpaksa menunggu selama satu jam untuk menunggu pintu ruko tersebut.
saat warga bertanya tanya tentang pasanganya, ternyata gadis tersebut berpura-pura tidak bersalah sambil menyembunyikan pasangannya itu.
selama hampir setengah jam warga mencari pasanganya dan tak menemukan keberadaan siswa tersebut, Hingga akhirnya ditemukan bersembunyi di sela-sela koper yg disusun rapi.
Akibat perbuatan pasangan non muhrim tersebut, kedua pasangan tersebut dimandikan air parit oleh warga dan di serahkan ke polsek sekitar.
Sumber : @mizarmul
Tuesday, February 9, 2016
Perayaan Valentine’s Day akan merusak perilaku anak-anak kita
Antisipasi Perayaan Valentine’s Day, Forkompinda Banda Aceh Keluarkan Seruan Bersama
Part 1.
BANDA ACEH – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) bersama Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh mengeluarkan seruan bersama untuk mengantisipasi perayaan hari kasih sayang atau yang lebih populer dengan sebutan Valentine’s Day pada 14 Februari mendatang.
Penandatangan seruan bersama yang berisi 10 poin tersebut dilakukan oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Ketua DPRK Arif Fadillah dan unsur Muspida lainnya plus Ketua MPU A Karim Syech, di Ruang Rapat Wali Kota Banda Aceh, Selasa, 9 Februari 2016.
Turut hadir Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Sekda Bahagia beserta para Asisten, Staf Ahli, Kabag dan Kepala SKPK terkait.
Menurut Wali Kota Illiza, seruan bersama dimaksud merupakan amanah dan tugas serta tanggung jawab pihaknya sebagai pimpinan di daerah yang menerapkan Syariat Islam untuk membentengi akidah warga Kota Banda Aceh terutama para pemuda.
Perayaan Valentine’s Day bukan hanya akan merusak perilaku anak-anak kita, tetapi juga merusak akidah mereka. Ini yang paling krusial,” ujar Illiza.
Illiza kemudian membacakan firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Isra, ayat 36. “ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya” .
Lalu dalam Q.S. Ali Imran ayat 85; “Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda; ‘Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu’,” kata Illiza.
Untuk itu, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi larangan Valentine’s Day dengan beragam media agar menjadi isu atau topik pembicaraan di tengah-tengah masyarakat. “Hashtag #valentinebukanuntukkami di twitter, facebook, dan instagram, juga akan kita gencarkan terutama di kalangan pemuda agar gaungnya bisa ke seantero dunia,” kata Illiza.
Thursday, February 4, 2016
Penyandang Disabilitas Ini Meminta Modal Usaha sama Bu Illiza
Begini Cara Banda Aceh Mendorong Bangunan Ramah Kaum Difabel
Jakarta - Pemerintah Kota Banda Aceh memperketat pengeluaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB), terutama untuk bangunan-bangunan pelayanan publik, baik Pemerintah maupun swasta.
Semua gedung yang akan dibangun, terutama untuk pelayanan publik harus ramah disabilitas. Harus ada akses untuk penyandang cacat. Itu salah-satu syarat yang kita tetapkan untuk permohonan IMB,” ujar Sekretaris Dinas PU Kota Banda Aceh Ramos Kam di Banda Aceh, Rabu, 3 Februari 2016.
Menurut Ramos, kebijakan ini mengacu pada Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Qanun Kota Banda Aceh Nomor 10 Tahun 2004 tentang Bangunan Gedung dan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2009 tentang RTRW Kota Banda Aceh 2009-2029.
Ramos mengatakan semua permohonan IMB terutama gedung pelayanan publik, desainnya lebih dulu dipelajari pihak Dinas Pekerjaan Umum. Selanjutnya, baru diberikan rekomendasi ke pihak Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) .
Terkait dengan gedung milik pemerintah, Ramos meyebutkan di Banda Aceh saat ini mayoritas sudah memiliki akses disabilitas, seperti Kantor Wali Kota, RSU Meuraxa, taman-taman di Banda Aceh, Escape Buliding, dan gedung-gedung lainnya. Hanya saja, ada beberapa gedung lama yang tidak memiliki akses bagi penyandang disabilitas terutama milik swasta.
Nanti akan ada Surat Edaran Wali Kota yang meminta mereka menambah dan menyesuaikan sehingga gedung atau bangunan memiliki akses disabilitas,” tambah Ramos.
Kepala KPPTSP Kota Banda Aceh Salmiah membenarkan proses permohonan IMB dimulai dari Dinas PU yang secara teknis mempelajari desain bangunannya. “Ketika PU sudah mempelajari dan dinilai telah memenuhi syarat memiliki akses disabilitas, baru kami mengeluarkan rekomendasi untuk setujui IMB-nya,” katanya.
Sumber : Tempo
Photo : Ilustrasi
Wednesday, February 3, 2016
Tentang Sebongkah Benalu di Hidung Hanafiah
Part 1.
BANDA ACEH – Hanafiah membetulkan letak masker kain di wajahnya. Sebentar-sebentar, masker yang menutupi wajah Hanafiah melorot, tak mampu menutupi setumpuk tumor ganas yang semakin hari di hidungnya.
Hanafiah adalah warga Panton Labu, Aceh Utara. Saat ini dia dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh. Sepanjang hari, Hanafiah hanya berbaring. Sesekali dia bangkit untuk menghilangkan pegal di punggung.
Kanker kulit di hidungnya beringas. Menyebar cepat menggerogoti, sedikit demi sedikit. Dan kini sebarannya hampir mendekati bagian mata. Sesekali, saat berbicara, hidung itu mengeluarkan lendir. Baunya; naudzubillah. Kanker ini juga kerap membuatnya sesak nafas, terutama saat tidur. Karena lendir dari borok itu menutupi saluran pernapasan.
Awal persinggungan Hanafiah dengan benalu itu belum sampai dua tahun. Awalnya hanya berbentuk benjolan kecil di bagian hidung, seperti tahi lalat. “Namun semakin lama, tonjolan itu semakin besar,” kata Marzuki, anak Hanafiah, Sabtu pekan lalu. “Membuat sebagian hidungnya berlobang.
Kondisi yang semakin memburuk memaksa Hanafiah dirawat di Rumah Sakit Cut Mutia Aceh Utara. Di rumah sakit itulah Hanafiah menerima vonis kanker kulit. Agustus lalu, dia dirujuk untuk meneruskan perawatan di Banda Aceh.
Di awal-awal masa perawatan di Zainoel Abidin, Hanafiah menjalani rawat jalan. Karena mereka tak punya kerabat di Banda Aceh, proses pengobatan ini dilakukan pulang pergi, Banda Aceh-Aceh Utara, dua bulan lamanya.
Akhir Oktober 2015, Hanafiah menjalani operasi pertama di rumah sakit bantuan Jerman itu. Untuk menyempurnakan proses pengobatan, usai operasi, Hanafiah dirujuk berobat di rumah sakit di Medan, Sumatera Utara. Dokter memerintahkannya untuk menjalani 33 kali kemoterapi.






