Showing posts with label irwan djohan. Show all posts

Tuesday, March 8, 2016

Jelang Pilkada Surya Paloh Pulang Kampung halaman

No comments :
Jelang Pilkada Surya Paloh Pulang Kampung halaman

BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh dijadwalkan pada Kamis besok, 10 Maret 2016 akan tiba di Banda Aceh untuk mengikuti beberapa rangkaian acara Partai Nasdem Aceh terkait Pilkada serentak yang akan digelar pada 2017 mendatang.
Hari ini, Rabu 9 Maret 2016, DPW Partai Nasdem Aceh juga akan menggelar konferensi pers mengenai agenda-agenda kedatangan Surya Paloh, pada pukul 11.30 WIB di Kantor DPW Partai Nasdem Aceh, Lampineung Banda Aceh.
Menurut informasi yang diterima Klikkabar.com, Surya Paloh nantinya akan bertemu dengan bakal calon kepala daerah yang diusung Partai Nasdem di Pilkada Aceh. 
Pria yang bernama lengkap Surya Dharma Paloh tersebut, merupakan putra kelahiran Banda Aceh. Ia merupakan satu-satunya Ketua Umum partai di tingkat nasional yang berasal dari Aceh.
Sebelum mendirikan Partai Nasdem, ia pun pernah maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar, namun langkahnya saat itu tertahan, karena rivalnya Abu Rizal Bakri lebih unggul dalam perolehan suara.
Surya Paloh pun menjadi pengusaha sukses di Jakarta, ia adalah pemilik Metro TV. Sebelum membangun saluran televisi tersebut, Surya Paloh mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas pada 2 Mei 1986. Koran yang dicetak berwarna ini, laku keras. Akrab dengan pembacanya yang begitu luas sampai ke daerah-daerah. Sayang, surat kabar harian itu tidak berumur panjang, keburu dicabut SIUPP-nya oleh pemerintah.
Kehadirannya kali ini ke Aceh, tentu menjadi tanda tanya besar, apalagi menjelang perhelatan akbar pesta demokrasi di Aceh. Penentuan calon yang akan diusung pada Pilkada 2017 nanti, tentunya harus mendapat restu dari orang nomor satu di Nasdem ini.

Sumber: Klik kabar

Wednesday, February 24, 2016

Teuku Irwan Djohan tidak menyetujui Miss Indonesia perwakilan dari Aceh

No comments :
Irwan Djohan tolak kontestan Miss Indonesia 2016 wakili Aceh
Banda Aceh  – Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan tidak menyetujui kontestan Miss Indonesia 2016 asal Surabaya yang menwakili Aceh, Flavia Celly Jatmiko.
Untuk mewakili Aceh, kata Irwan Djohan, wanita tersebut harus memiliki salah satu dari dua syarat, yaitu memiliki kartu tanda penduduk (KTP) atau darah Aceh.
“Boleh saja dia tinggal di Surabaya asalkan memang keturunan Aceh. Atau tinggal di Aceh, walau pun bukan keturunan Aceh,” kata Irwan Djohan, Rabu (24/2).
Irwan Djohan mempermasalahkan penampilan kontestan tersebut yang menurutnya tak menunjukkan ciri khas Aceh dan seharusnya penampilan kontestan itu disesuaikan dengan mayoritas wanita Aceh.
“Seluruh dunia paham bagaimana penampilan wanita Aceh, yaitu berpenampilan Islami,” lanjutnya.
Irwan Djohan menambahkan proses penunjukan perempuan itu sebagai wakil Aceh tidak melalui proses seleksi apa pun. Seharusnya siapa pun yang ingin mewakili Aceh dalam kontes tersebut, harus terlebih dahulu melewati seleksi yang dinilai oleh juri-juri di Aceh.
“Kalau lewat seleksi, saya yakin dia tidak akan mewakili Aceh. Karena yang akan mewakili Aceh harus mampu menguasai banyak hal tentang Aceh, seperti bahasa Aceh, adat budaya Aceh, dan berbagai hal lainnya,” ujarnya.
Menurutnya wajar saja jika rakyat Aceh memprotes keikutsertaannya dan juga memprotes panitia kontes tersebut karena dianggap mencatut nama Aceh sembarangan.
Flavia Celly Jatmiko merupakan wanita kelahiran Surabaya, 10 Agustus 1994. Ia kuliah di Universitas Airlangga, Surabaya. Dulu ia menamatkan sekolah di SMA 4 Surabaya.
Orang tuanya berasal dari Jawa Timur. Ibunya berasal dari Surabaya dan ayahnya dari Kediri.[Aidil Saputra]
sumber : www.kanalaceh.com

Wednesday, February 3, 2016

Irwan Djohan: Konflik Antar Umat Beragama di Singkil Jangan Sampai Terulang

No comments :

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Teuku Irwan Djohan mengharapkan pemerintah dapat mengelola toleransi antar umat beragama di Aceh Singkil. Pernyataan ini disampaikan Irwan Djohan terkait kerusuhan Singkil Oktober tahun lalu yang dipicu oleh lambannya pembongkaran rumah ibadat yang tak memiliki izin.
Hal ini disampaikan Irwan Djohan dalam rapat koordinasi mengenai kerusuhan Aceh Singkil di Kantor Gubernur Aceh, Rabu, 3 Februari 2016.
“Toleransi harus dilakukan kedua pihak. Apabila ada pelanggaran hukum harus ditentang, kita juga berharap penegak hukum harus tegas,” ujar Irwan Djohan.
Menurut Irwan Djohan, penegakan hukum secara tegas dapat meminimalisir munculnya sikap intoleran.
Irwan Djohan juga meminta pemerintah kabupaten mengantisipasi potensi munculnya kejadian serupa. Katanya, pemerintah daerah harus bekerja maksimal agar kerusuhan antar umat beragama tidak kembali terulang.
“Harus dilakukan pendekatan persuasif dari kedua belah pihak tokoh-tokoh agama. Pemerintah harus memiliki upaya-upaya khusus supaya kedua kelompok tokoh yang berbeda agama ini untuk bertemu, saling bersilaturrahmi, saling tatap muka, sama-sama melakukan kegiatan-kegiatan, baik itu kegiatan sosial, olahraga, dan keagaman, dan dapat menghargai satu sama lain,” sebut Irwan Djohan.
Sumber: Klik kabar