Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, March 13, 2016

Biografi Tgk H Usman Bin Tgk Ali (Abu Kuta Krueng)

No comments :
Biografi Tgk H Usman Bin Tgk Ali (Abu Kuta Krueng)
TGK H USMAN BIN TGK ALI Lahir di Kuta Krueng Pidie Jaya pada tanggal 31 Desember 1940 dengan nama lengkap Tgk H Usman bin Tgk Ali. Setelah menyelesaikan Sekolah Rakyat (SR) Tgk H Usman langsung menggeluti pengetahuan Islam di Dayah Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamyyah (MUDI) Mesra Samalanga – Bireuen, semasa mengaji di Dayah MUDI Mesra Samalanga telah nampak terlihat kepribadian seorang ulama, mulai dari sifat, karakter hingga kemampuan menyerap berbagai ilmu pengetahuan dengan cepat.

Sebagai seorang murid, Tgk H Usman selalu menghormati gurunya, hingga ilmu yang beliau peroleh-pun mengandung keberkatan (bermanfaat), karena dalam keyakinan aneuk dayah memuliakan dan menghormati guru merupakan salah satu factor keberkatan pada ilmu. Dan hal ini dipraktekkan dalam keseharian Tgk H Usman, walhasil sepulang dari dayah MUDI Mesra Samalanga beliau mendirikan Dayah Darul Munawwar di Kuta Krueng, Bandar Dua yang dulunya tunduk ke kabupaten Pidie, namun sekarang masuk wilayah kabupaten Pidie Jaya setelah pemekaran pada tahun 2007 lalu.

Kehadiran Tgk H Usman yang akrab disapa Abu Kuta Krueng dalam kancah pendidikan di Aceh telah menoreh catatan sejarah Aceh sebagai bumi seribu dayah dan satu lagi bertambah lampu penerang di bumi Serambi Mekkah. Hari ini Abu Kuta dipandang sebagai seorang tokoh ulama karismatik Aceh yang selalu dihormati dan menjadi kebanggaan orang Aceh.

Abu Kuta Krueng : Umat Islam Jangan Terlalu Sibuk Dengan Urusan Dunia   

Ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Usman Kuta Krueng menghimbau umat Islam agar tidak terlalu menyibukkan diri dengan urusan duniawi sehingga melupakan urusan akhirat. 

“Umat Islam yang ada di seluruh penjuru dunia kini sedang menyambut datangnya bulan Ramadan, tujuan bulan Ramadan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, kalau kita terus disibukkan dengan urusan duniawi termasuk bekerja tanpa henti, maka tujuan ini akan gagal dicapai,” demikian diantara beberapa nasehat yang disampaikan Abu Kuta Krueng ketika menyampaikan khutbah Jumat pada pelaksanaan ibadah salat Jumat untuk yang pertama kalinya di Masjid Imum Syafi’i Desa Teupin Kupula, Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen, Jumat, (12/6/2015)
sumber : acehabad.blogspot.co.id

Saturday, March 12, 2016

Inilah Alasan Pln Mematikan Lampu di Aceh

No comments :
Wali kota Banda Aceh ibu illiza_saaduddibertanya kepada pihak pln tentang kenapa akhir-akhir ini kota banda aceh dan sekitarnya mengalami mati lampu dan Ini jawaban kepala PLN atas mati lampu secara terus menerus di Banda Aceh... Rumah saya juga mati lampu.... Smg Allah memudahkan segala ikhtiar dari PLN yg sedang berusaha.

Masih Ingatkah Anda sama kisah Gam Cantoi?

No comments :
Gam Cantoi dari buah tangan Sampe takkan muncul lagi dan tidak bisa lagi mengisi halaman Serambi. “Gam Cantoi” karya Sampe telah pergi bersama berpulangnya Sang Maestro ke Rahmatullah, Sabtu 30 Maret 2013 sekitar pukul 18.50 WIB di RS Herna, Medan. Sudah sejak lama ia dirawat akibat deraan penyakit yang hinggap di tubuhnya. Innalillahi wa innailaihi raji’un.
Lelaki batak, itu, adalah sisi lain dari wajah Serambi Indonesia. Celoteh dan tingkah polah Gam Cantoi merupakan wujud satir kehidupan sekeliling kita. Muhammad Sampe Edward dengan tangkas menyerap seluruh peristiwa sekeliing kita, baik semasa dicekam konflik atau pada era damai. Ia merefleksikan perikehidupan masyarakat dalam kegenitan wujud Gam Cantoi.
Sampee Edward adalah sosok kontras Gam Cantoi. Ia memiliki postur tubuh tinggi besar. Vokal berat dan berbicara selalu dalam aksen Medan dengan nuansa Batak. Sementara Gam Cantoi yang menjadi ikon Serambi dilukiskan dengan sosok bertubuh ceking, dengan sehelai ujung rambut runcing melambai-lambai. Gam Cantoi tampil menggelitik, bahkan membuat merah kuping yang menjadi sasaran “olok oloknya”.
Banyak pembaca Serambi merasakan belum lengkap apabila belum menyaksikan “tingkah polah” Gam Cantoi. Tidak sedikit dari pembaca yang langsung melahap Gam Cantoi, sebelum beralih ke halaman lainnya.

Kini Gam Cantoi itu telah pulang ke alam keabadian. Meninggalkan lembaran kenangan bagi Aceh yang menjadi tanah kelahirannya ke dua. Di Tanah Serambi Mekkah ini ia menemukan hidup dan menyunting gadis Aceh, drh Cut Intan Manfadzi yang begitu setia mendampingi Sampe Edward sampai saat-saat terakhir. Sampe juga meninggalkan seorang putra, Alwafi Hafizan (16 tahun).
Betapapun, keluarga besar Serambi tak bisa melupakan Sampe Edward. Terutama ketika dia yang hadir dari kultur Batak itu, berusaha keras menelaah karakter Aceh untuk dituangkan dalam kartunnya. Dia akhirnya berhasil  menciptakan suatu sosok yang ternyata kemudiannya begitu digemari oleh masyarakat. Karena itu, tak jarang sejumlah orang, bahkan anak-anak datang ke kantor Serambi hanya untuk melihat mana gerangan si pelukis Gam Cantoi.
Sampe sendiri menyambut fans-nya dengan ramah, walaupun penampilannya memang selalu serius, dan rada pendiam. Figur yang akrab dipangggil dengan “Pak Cik” oleh rekan-rekannya sekantor, toh bisa juga tertawa ngakak kalau ada hal-hal lucu. Kultur Batak memang akhirnya luluh, ketika dia pada tahun 1990 memeluk Islam. Dia disyahadatkan oleh Ketua MUI waktu itu, Prof Ali Hasjmy. Sejak itu “Muhammad” Sampe menjadi muslim yang taat, dan begitu menyatu dengan kultur Aceh.
Sekitar tahun 2009 dia terkena penyakit yang serius. Maskipun sakit, Sampe tetap terus memproduksi kartunnya. Namun penyakit yang diderita makin hari makin parah. Ia terpaksa absen melukis, dan harus dirawat di rumah sakit di Medan. Seiring dengan bergulirnya waktu, Sampe pun terus berjuang melawan penyakit yang begitu kejam menggerogoti.
Beberapa hari lalu, menjelang pangggilan Allah, tiba-tiba Sampe bangun dari sakitnya. Dia meminta kertas dan pensil. Istrinya menuruti permintaan itu. Ternyata Sampe melukis Gam Cantoi untuk melepas kerinduannya pada kartun yang telah menjadi darah dagingnya. Tubuhnya begitu lemah, tapi sosok kartun itu dapatnya diselesaikannya, diiringi linangan air mata sang istri tercinta. Mungkin, Sampe tak sekadar rindu pada kartun legendaris itu. Tapi dengan itu ia ingin menyatakan, betapa Sampe sudah benar-benar menjadi orang Aceh. Dan, di tanah ini pula jasadnya terpeluk dalam iringan doa dan kemuliaannya. Gam Cantoi itu telah pulang.(fik/sjk) 
Berikut Beberapa Kisah Gam Cantoi

Sumber : aceh.tribunnews.com

Surya Paloh Ingin di aceh segera mempunyai kereta api cepat

No comments :
Surya Paloh Ingin di aceh segera mempunyai kereta cepat
AV-Banda Aceh: Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dalam wawancaranya di salah satu warung kopi di banda aceh dibandingkan dengan memikirkan bendera surya paloh lebih mementingkan peningkatan fasilitas di Aceh salah satunya Surya Paloh menargetkan kereta api cepat di aceh dengan segera. Surya paloh punya pandangan sendiri soal bendera dan lambang Aceh yang sampai saat ini masih menjadi polemik antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Ini kata Surya Paloh di sela-sela menikmati secangkir kopi sanger di salah satu warung kopi di Kota Banda Aceh. (Editor AA & Fadel Batubara)

Sumber : acehvideo.tv

Friday, March 11, 2016

Kisah Yang kalau dibaca bulu pada merinding

No comments :
Kisah Yang kalau dibaca bulu pada merinding
KISAH : Maduku..! Maafkan Aku!
Kisah haru ini beberapa minggu ini beredar di masyarakat kita melalui jejaring sosial facebook. Kisah curahan hati seorang wanita yang dimadu suaminya. Namun, karena dirinya merasa sakit hati dengan madu suaminya, dia membalasnya dengan meminta suaminya untuk menikah kembali dengan seorang wanita pilihan darinya. Namun ternyata, akhirnya dia menyesal dengan keputusan untuk membalas rasa sakitnya itu, karena di luar yang dibayangkannya, ternyata madu pertamanya tersebut memiliki hati yang sangat mulia.
Bagaimana kisah selengkapnya, ini dia kisahnya...
***
Sahabat saat ini aku berada ditanah suci mekkah,duakali sudah aku menginjakkan kaki ku ditanah suci ini.
namun yang kedua ini betapa lebih membuat aku sadar dari setiap akhlak kurang baik yang pernah aku torehkan dalam keluargaku tercinta,terlebih kepada dinda madu ku.
Layaknya sebagai perempuan normal, terkadang terbersit dalam hati rasa ketidaksukaan dan ketidaknyamanan ketika sang suami tercinta meminta untuk ta'addud,namun betapa aku juga mendamba menjadi istri yang sami'na wa atha'na kepada Allah , Rasulullah dan suami.
Jadi apakah ini suatu keterpaksaan sebab agama hingga aku mengizinkan suamiku menikah lagi dengan pilihan dia sendiri, aku tidak tahu. Wanita yang mau dinikahi suami ku adalah seorang gadis berusia 25 tahun, suamiku sendiri berusia 35 tahun dan aku,umurku 34 tahun.
Awal-awal suamiku kenal dengan gadis ini adalah dari jejaring facebook,suamiku merasa cocok dengan gadis ini,karena tidak ingin berlarut-larut dalam gelimang dosa yang terbalut dengan saling mengajak beramar ma'ruf maka dengan santun nya suamiku meminta izin aku untuk menikah dengan gadis ini.
Tidak sekalipun suamiku berbohong kepada ku karena prinsip dia " tidak patut seorang hamba berbohong sebab hanya akan mendatangkan kesia-siaan."
Berhari-hari aku belajar menata hati,menyiapkan perasaan dengan sebaik-baiknya untuk menerima permintaan suami ku yang sungguh meremukkan hati.
Namun sekali lagi aku benar-benar mencintai suamiku tidak mungkin aku membiarkan suamiku terus larut dalam rasa bersalahnya karena telah hendak mengakhiri kesalahan itu dengan jalan syar'i yaitu menikahi gadis itu.
Lihatlah suamiku betapa bijiksana nya memiliki pemikiran seperti ini,itu berarti suamiku adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab atas segala perbuatan yang Ia lakukan.
Dan akhirnya akupun mengizinkan suamiku menikahi gadis itu dengan penuh kesedihan yang menghujam uluh hati,.apakah aku tidak ikhlas? apakah aku tidak ridha dengan suami ku menikah lagi?
percuma bahas ini, toh aku tidak bisa membiarkan suamiku dalam kekalutan berkecimpung kemaksiatan.
Alhamdulillah ,,,istri yang dipilih suamiku ternyata dia adalah seorang wanita yang berakhlak baik.
Cara pakaian dia yang syar'i,cara tutur bicara dia yang sopan,sungguh benar-benar tidak salah suamiku memilih matsna. aku biasa memanggil dia dinda dan dia biasa memenggil aku yunda.
Betapa kami berdua sangat akrab layaknya kakak beradik,dia juga sungguh perhatian kepada ke dua anak ku,tapi astagfirullah syaitan apa dulu yang nyangkut dalah hatiku, tidak sedikitpun rasa suka itu terbersit dalam hatiku, kebaikan nya tak mampu mengalahkan rasa benci dan perih ku, hatiku berontak untuk memiliki madu.
Dua tahun pernikahan maduku dan suamiku belum juga dikaruniyai anak, sementara akupun juga tidak ada harapan lagi untuk mengandung.
Maka aku mencari cara bagaimana aku bisa membalas sakit hatiku ini. akhirnya ide itu muncul juga.
dalam sebuah majlis ta'lim dimana biasa aku kajian dengan suami dan maduku, ada seorang akhwat yang masih gadis namanya lirna.
Lirna ini sangat kagum sekali melihat keakraban kita bertiga,usia dia masih 20 tahun,dia juga tergolong dari keluarga yang kurang mampu, maka aku mendesak suamiku agar mau menikahi lirna ini.
aku berhujjah agar bisa membantu perekonomian keluarga dia. sebetulnya suamiku enggan untuk menikah lagi,dua sudah cukup baginya,tapi aku terus memaksa suami ku untuk menikahi lirna ini. Dari dulu suamiku tidak pernah menolak apa-apa yang aku minta,dan waktu itupun ketika aku meminta suami ku untuk menikahi lirna, dia juga mengabulkan meski aku harus menunggu beberapa bulan.
Betapa aku sangat yakin kalau dinda maduku akan juga merasakan sakit yang sama persis dengan yang aku alami semasa dulu ketika suamiku menikahi dia,inilah yang aku inginkan yaitu membalas sakitku.
Ideku berjalan dengan lancar,suami sudah mau mengabulkan permintaan ku, dan keluarga lirna juga setuju.
Aku meminta agar suami tidak memberitahukan perihal ini kepada maduku,aku sendiri yang akan memberit
ahunya,dengan beralasan agar aku dan maduku semakin akrab.
Ketika hari ijab qabul akan berlangsung aku melihat wajah maduku yang penuh dengan tanda tanya besar, aku juga melihat kebingungan yang menyelimuti dirinya, mungkin dia tidak berani tanya sama orang lain tentang berita yang sudah beredar dikampung kami,bahwa suami kami akan menikah lagi.
Dengan perasaan gundah dia beranikan diri bertanya kepada ku, apakah benar suami kami akan menikah lagi, dan aku jawab ya. remuk sudah hati maduku ini,tanpa sebelumnya diberitahu,air mata itu telah menggenang dipelupuk matanya,mungkin dia merasa sangat terhina. dan ini yang ku inginkan, yaaa balas dendam ku telah terpenuhi.
"Barakallahuu lakumaa wabarah 'alaikuma wajama'aa bainakumaa fii khair, abi ,dek lirna semoga menjadi pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah, Amin Ya Rabb," kata-kata ini yang muncul dari mulut maduku.
senyum dibibir nya menambah keindahan wajahnya,gemulai cara dia berjalan seperti tiada rasa benci, madu ku ridha dengan pernikahan suami.
seharusnya aku banyak berteladan pada maduku,tentang keikhlasan dan kesabaran.
tapi tidak, waktu itu, aku benar-benar benci dia,dan benci ini selalu aku tutupi.
Malam itu ketika acara resepsi pernikahan suamiku dengan dek lirnah selesai dan juga para tamu undangan sudah pulang.
Maduku dinda menghampiri aku,memberitahu bahwa bapak nya meninggal dunia, dengan lembut aku berkata.
" Dinda malam ini adalah malam bahagia Abi dengan madu kita dek lirnah, tegakah kita akan merusak malam yang indah ini bagi mereka, dinda sabar ya... tunggu sampai tiga hari,nanti kita sama-sama kasih tahu Abi, sabar ya,,semoga Allah meridhai segala amal perbuatan semasa hidup bapak . amin ya Rabb.
"hah betapa aku sangat bahagia,ketika melihat air mata menetes dari pelupuk mata maduku itu,aku tahu hatinya sangat pedih melihat suami yang nikah lagi tanpa pemberitahuan terlebih dulu,dan kini bapaknya meninggal dunia,sementara dia tidak bisa melihat jenazah nya. lengkap sudah kebahagiaan malam itu ,aku sangat puas menyakiti maduku,.
Namun...Ketawadhu'an dan kesabaran itu selalu bersama maduku dinda,diantara istri-istri suamiku hanya maduku dinda ini yang sibuk mengurus rumah tangga kami,seperti bersih-bersih rumah,nyuci baju,pokoknya sama persis dengan seorang pembantu, hanya saja dia tidak pandai memasak seperti aku dan maduku dek lirna.
Suamiku sepertinya juga tidak seperduli dulu sama dia,hmmmm betapa aku adalah wanita yang beruntung bisa mengambil simpati suamiku.
Mungkin jika aku sudah jadi dia,alangkah malang nasibku jadi istri kedua yang sudah tidak diperdulikan lagi sama suami,pastilah sangat kesepian,tidak ada anak yang menemani dalam kesendiriaan,namun sekali lagi dia adalah matsna yang shalihah,dia tidak mengukur kesepian itu sebab ketidak pedulian suami,kesendirian sebab tidak ada momongan,dia cukup bahagia bisa menjadi istri yang patuh sama suami ,membantu aku momong anak-anak ku dan ridha atas perlakuan suami,baginya sudah lebih dari cukup.
Aku tahu persis kesedihan itu menyemburat dibalik wajah maduku dinda,terlebih ketika dek lirna madu kita mengabarkan ada janin dalam kandungan nya, sebulan kemudian dalam rahimku pun ada janin juga, subhanallah aku hamil,,, alangkah bahagianya kami,aku dan madu ku dek lirna.Saat itu kami berempat kumpul dalam rumah ku.
Abi ingin mengajak dua istrinya untuk mengunjungi tanah suci mekkah,maka undian pun dilaksanakan,dengan melipat kertas yang di dalam sudah tertera nama kita bertiga, aku, maduku dinda,dan maduku dek lirna.
Ketiga lipatan kertas itu kami masukkan kedalam botol lalu kita kocok, dan mengeluarkan dua kertas dari dalam nya. kemudian kami buka lipatan kedua kertas itu,ada namaku dan nama maduku dinda.
"Aku nyidam,pingin ketanah suci ." ucap maduku dek lirna
"Kalau begitu dek lirna aja yang berangkat,biar aku yang dirumah ngurus anak-anak" jawab maduku dinda.
"dinda... kan yang keluar nama dinda?." bantahku.
"yunda,, gak apa-apa, kasian janin dek lirna.
semoga janin yunda dan dek lirna kelak nanti jadi anak shalih atau shalihah yang patuh kepada kedua orang tuanya dan agamanya ,, Aamiin Ya Rabb."
Aku masih ingat senyum itu terus mengembang diantara bibir maduku dinda,tulus nya kata-kata yang Ia ucapkan,menyejukkan jiwaku hingga rasa iba mulai menyergap relung hatiku.
Akhirnya Aku,Abi dan madu ku dek lirnah lah yang berangkat ketanah suci.
Di tanah suci wajah maduku dinda seperti hantu yang terus membuntutiku,selama ini aku menjadi madu yang terjahat bagi dirinya,aku tidak bisa menjadi penopang yang membuat dia nyaman ,selalu saja kusakiti hatinya,sungguh hatinya penuh dengan goresan-goresan luka yang menyayat,sekali lagi dia tidak pernah membalas ,dia hanya diam, diam dan diam.
Apalagi akhir-akhir ini suami juga jarang sekali memperhatikan maduku dinda.
Apakah dia protes dengan kelakuan kami? tidak sahabat! maduku adalah seorang wanita yang shalihah yang selalu membawa kemaslahatan bagi keluarga kami.
Maduku dinda, kurus badan nya tidak seperti aku dan maduku dek lirna,mungkin terlalu banyak melakukan pekerjaan rumah sementara dia rajin puasa sunnah.
Asal kalian tahu,nafkah yang di berikan suami itu separuh nya untuk aku dan maduku dek lirna, maduku dinda selalu bilang uang nya lebih dari cukup sebab kebutuhan tidak banyak,tidak ada anak,belum lagi dia juga dapat bayaran dari mengajar dimajlis ta'lim kami. aku dan maduku dek lirna bahagia menerima uang nafkah itu.
Waktu itu ketika kami pulang dari tanah suci, aku dapat kabar kalau ibu {maduku dinda} wafat.
Aku menyarankan agar dinda maduku mengabarkan hal ini pada suami{supaya kita bisa bareng-bareng ta'ziyah},namun dinda maduku tidak mau, dia bilang." Setiap yang bernyawa pasti akan mati.
hari ini adalah hari istimewa kalian bertiga, pasti kalian sangat bahagia,dan lagi pula kalian juga capek,tidak mungkin aku mengabarkan hari duka keluargaku dihari bahagia ini,cukup do'a yang akan menyertai perjalanan ibu ku ke alam keabadian." aku nangis mendengar jawaban dinda maduku yang sungguh tegar itu.
Saat itu ketika maduku dek lirna melahirkan disusul kemudian aku juga melahirkan, wahhh dinda maduku sangat sibuk sekali mondar-mandir kesana -kemari,memenuhi setiap kebutuhan kami,juga membersihkan apa-apa yang kotor dirumah kami,betapa capeknya aku membayangkan,belum lagi dia juga harus mengajar.
saat badan nya capek,keseimbangan badan pun juga menurun,maduku dinda di bentak oleh suami,karena menjatuhkan gelas kenang-kenangan dari sahabatnya, kata-kata kurang baik juga keluar dari mulut suami.
Dinda maduku langsung duduk bersimpuh dengan buliran-buliran air mata,kemudian maduku minta maaf lalu pergi mengajar ke majlis.
Malam itu udara begitu dingin, dan dimalam itu juga terakhir kalinya aku menatap wajah maduku yang sendu.
Maduku dinda datang kerumah sambil membawa seplastik bungkusan lemmet, enak sekali.
Wajahnya seperti bercahaya ,lain dari hari-hari biasa,malam itu maduku dinda juga terlihat cantik,meski tanpa make up.
Dengan kata-kata yang selalu terdengar santun dia bertanya." Yunda, apakah aku pernah membuat hati yunda sedih? ," tersentak kaget aku dengan pertanyaan dinda maduku itu,lalu dia terus melanjutkan kata-katanya."
Wanita yang tercipta sebagai pelengkap dan pelipur lara bagi seorang laki-laki,entah selama aku jadi istri Abi,apakah aku sudah melayani dia dengan sebaik dari pelayanan yang paling baik, aku tidak pernah tahu,karena Abi tidak pernah menegurku belakangan ini, yunda ,,sampaikan maafku kepada Abi jika nanti beliau pulang,dan aku juga minta maaf kepada yunda jika ada salah kata dan tingkah laku yang tidak berkenan dihati yunda,sampaikan maafku kepada dek lirna juga,sekarang aku pulang dulu yunda terimakasih banyak atas semuanya, assalamu'alaikum...,"
Esok hari nya hingga matahari di ujung kepala, dinda maduku tak kunjung kerumahku,biasa nya pagi-pagi sekali dia datang kerumah membantu aku melayani anak-anak dan bersih-bersih rumah.
Aku menyuruh suami untuk datang kerumah maduku dinda,dan ketika suami telah disana ,suami mendapati maduku dinda dalam sujud berbalut mukena telah meninggal dunia. Suami pingsan taksadarkan diri terlebih setelah menemukan buku diari milik dinda, maduku....
Bismillah.....
Inilah aku dan kehidupanku, aku tahu dunia hanya singgahan sementara dan alam yang kekal abadi tengah menunggu, inilah aku dan kehidupanku,setiap taqdir yang tergores tidak luput dari hikmah didalamnya,
Aku perempuan lemah dengan segala kekurangan mengharap suatu keberkahan yang bisa membuat rumah tangga kami dalam limpahan rahmat MU ya Rabb. mungkin aku masih belum pantas dikarunia seorang anak, ini taqdir yang mesti aku jalani, walau terkadang hati menangis ,merintih mendamba seorang anak yang bisa menjadi kebanggaan orang tua,
Inilah aku dan kehidupanku, aku perempuan lemah yang setiap yang ada didiri dan jiwaku adalah atas kendali MU, lalu apakah aku salah jika Aku tidak bisa menumbuhkan janin dalam rahimku?
Aku tidak punya kekuatan untuk melakukan itu,aku tidak punya apa-apa,aku bukan apa-apa dan aku perempuan yang papa, tanpa rahmat MU ya Rabb, tidak mungkin aku bisa bertahan sampai detik ini, betapa aku sangat bersyukur setiap kebahgian yang datang dalam keluarga kami, ENGKAU obati rasa rindu memiliki anak dengan hadirnya bayi-bayi mungil dari rahim maduku.
Sungguh ENGKAU maha tahu,Engkau tidak memberi apa yang kami minta,namun ENGKAU memberi apa yang kami butuhkan, Rabb ampuni aku saudari-saudari ku terlebih suamiku yang aku cintai, dia tidak bermaksud begitu,dia tidak sengaja tidak memperdulikan aku,
Engkau MAHA tahu ya Rabb.
Setelah ini aku berharap semoga suamiku labih baiklagi terhadap saudari-saudariku. pasti suamiku sangat bahagia memiliki madu-madu seperti mereka yang mampu memberikan apa yang dia minta, sekali lagi inilah taqdir MU ya Rabb, aku lebih bahagia disisi MU bertemu kekasi-kekasih MU,semoga suami ku Ridha dengan kepergian ku, Aamiin Ya Rabb.....
Dinda.....Masih banyak lagi tulisan-tulisan dalam diari maduku namun suami tak mampu lagi membaca tiap lembar-lembar isinya,suami ,aku dan maduku dek lirnah sangat merasa bersalah telah memperlakukan maduku dinda tidak adil, sungguh rasa bersalah itu mengiringi hari-hari kami,tapi kami ridha dan Semoga Allah subhanahu wata'ala,memberi kelapangan kepada kami semua,dan mengampuni dosa-dosa kami,semoga kami bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi ,, Aamiin....
SUMBER : FB : Inti wahyuni


Rektor Ganteng Universitas Malahayati Ternyata Putra aceh

No comments :
BERKULIT putih bersih, selalu berbusana rapi dan trendi. Saat berjalan langkahnya cepat dan dada membusung tegak. Berpapasan dengannya pasti melihat senyuman yang menggoda dan mendengar sapaannya yang  teduh. Ia juga ramah, bertutur santun, dan berbahasa teratur.
Dialah Muhammad Kadafi. Menyandang gelar doktor, saat ini ia menjabat sebagai rektor di Universitas Malahayati. Di tangan akademisi muda berwajah tampan inilah biduk kendali kemajuan kampus yang terletak di Kota Bandar Lampung itu melaju. Di masa kepemimpinannya, akreditasi berbagai program studi meningkat. Memang ini salah satu program utamanya.
Hari itu, akhir Maret 2015, Kadafi menerima kru malahayati.ac.id di ruang kerjanya di lantai lima Gedung Rektorat Universitas Malahayati untuk sebuah bincang-bincang ringan. Ia mengenakan setelan jas abu-abu yang serasi dengan dasi dan sepatu berwarna gelap mengkilap yang lalat pun bisa terpeleset bila hinggap. Rambutnya tertata rapi. Ruangan kantornya tak kalah rapi. Rak di belakangnya bersusun buku. Interior ruangan sekelas Da Vinci –produk interior asal Italia yang mendunia– itu bernuansa seni yang anggun dengan pengaturan warna yang serasi.
Kadafi bukanlah pejabat yang sibuk memoles citra. Ketika kru malahayati.ac.id merakit peralatan rekam video wawancara, ia melepaskan jas dan ikut membantu. Ia juga tidak segan-segan meminta pendapat dan memberi ide.
Ia mengungkapkan sebuah harapan untuk para mahasiswanya agar mampu berkompetisi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di masa mendatang. “Dari sekarang kita wajib mempersiapkan diri untuk persaingan global itu,” kata Kadafi. “Kita mempersiapkan diri untuk mampu bersaing di era MEA.”
Ia mengatakan mahasiswa di Universitas Malahayati setelah menyelesaikan kuliah tak hanya sekedar menggenggam ijazah saja, tapi juga memiliki kesiapan diri berkompetisi dalam dunia bebas. “Artinya seorang mahasiswa di masa sekarang ini tak cukup sekadar berbekal ilmu, tetapi juga memiliki jejaring dengan berbagai komponen yang positif untuk membuatnya ekses di bidangnya,” kata Kadafi.
Itulah sebabnya, kata Kadafi, Universitas Malahayati terus meningkatkan jalinan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam negeri dan di luar negeri. “Kita juga mengirim mahasiswa ke luar negeri untuk studi banding,” katanya. Kadafi sudah merintis kerja sama dengan luar negeri, salah satunya adalah Malaysia. Yang terbaru, Kadafi sudah menjalin hubungan dengan Capital Medical University, Beijing, Cina. “Kita bisa mengirim mahasiswa untuk menimba ilmu ke Cina. Perkembangan Cina yang demikian pesatnya akan menjadikannya sebagai negara penguasa perekonomian dunia di masa depan.” Kadafi dengan berbagai jejaring yang sudah dibangunnya juga berupaya menggali segala informasi yang dibutuhkan untuk membangun Universitas Malahayati agar lebih eksis.
LAHIR di Aceh Besar pada 8 Oktober 1983, Kadafi menghabiskan masa kecilnya di Aceh. Ia menamatkan Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 1 Banda Aceh pada 1995, kemudian menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Banda Aceh. Lalu, Kadafi pindah ke Bandar Lampung dan bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandar Lampung. Ia meraih gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Lampung, Bandar Lampung, pada 2006, sebagai lulusan terbaik. Sejak 2007, Kadafi mulai menjadi dosen di Universitas Malahayati. Sembari mengajar ia terus melanjutkan studinya, kemudian memperoleh gelar Magister Hukum di Program Pascasarjana Universitas Lampung, Bandar Lampung, pada 2009.
Kadafi lalu melanjutkan kuliah Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro dan meraih gelar doktor pada 2015. Ia berhasil mempertahankan disertasinya pada ujian promosi doktor di Kampus Undip, pada 27 Februari 2015. Penelitiannya berjudul “Rekonstruksi Kebijakan Pertanahan Berbasis Pluralisme Hukum” mengupas persoalan hak kepemilikan tanah di Aceh Besar pascatsunami 2004. Pendekatan pluralisme hukum (legal pluralism) ditawarkan Kadafi dalam penyelesaian sengketa masalah tanah di Aceh Besar setelah musibah tsunami.
Dalam pemaparan di hadapan para penguji, Kadafi menyatakan bahwa penyelesaian sengketa tanah melalui hukum formal seperti dalam penelitiannya banyak tidak tuntas. Untuk itu, Kadafi merumuskan model dengan pendekatan adat dan nilai hukum yang berlaku di masyarakat Aceh Besar. “Di Aceh Besar ada janda korban tsunami yang kehilangan kepemilikan tanah yang seharusnya hak dia, dan persoalan ini banyak terjadi,” katanya.
Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H. M.Hum., Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, yang memimpin sidang selama 2,5 jam itu menyebut Kadafi sebagai doktor ahli tanah khusus bencana. “Jika saya bidang hukum pertanahan, maka saudara ini doktor khusus tanah bencana,” ujarnya mencandai Kadafi.
Pada 2011, Kadafi diangkat menjadi Rektor Universitas Malahayati. Selain sebagai rektor, Kadafi adalah Direktur PT Pertamina Bintang Amin dan Wakil Direktur Keuangan Rumah Sakit Bintang Amin Husada, Bandar Lampung, Lampung. Karena itu, ia didapuk menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung dan Wakil Ketua Kantor Dagang Indonesia (Kadin) Lampung. Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mempercayai Kadafi menjadi staf ahli bidang pendidikan.
Kendati banyak kegiatan yang digelutinya, Kadafi tetap fokus membesarkan kampusnya. Ia pun merancang tekad menjadikan Malahayati sebagai kampus berstandar internasional. “Namun tetap mengacu pada etika dan religius, yang menjadi ciri khas kita sebagai orang Indonesia,” kata Khadafi.
Universitas Malahayati saat ini menerapkan sistem asrama bagi mahasiswanya. Dengan begitu, mahasiswa bisa fokus menuntut ilmu. Setiap siswa yang tinggal di asrama diwajibkan menyantuni seorang anak yatim. Anak-anak yatim ini nantinya wajib dihadirkan sebagai pendamping saat mereka wisuda.
Selain para mahasiswa, manajemen kampus dan yayasan secara berkelanjutan memberi santunan untuk anak yatim. “Bahkan di Makasar kita juga punya sekitar 250 anak yatim,” kata Kadafi. “Kami juga memberi hadiah umrah bagi ibu anak yatim yang berprestasi terbaik.”
“JIKA diibaratkan manusia, Universitas Malahayati kini melangkah menuju kedewasaan, ia sudah mengarungi dan melalui jiwa kekanak-kanakan dan juga masa remaja yang penuh gejolak dalam mencari jati diri,” kata Kadafi.
Saat buku ini ditulis, Universitas Malahayati sudah berusia 22 tahun. Didirikan oleh H. Rusli Bintang pada Jumat 27 Agustus 1993. Berawal dari merangkak-rangkak dari ruko di Jalan Kartini, Bandar Lampung, kini gedungnya bertebar di areal berbukit seluas 84 hektare di Jalan Pramuka 27, Kemiling, Bandar Lampung.
“Pak Rusli adalah orang tua kita bersama. Beliau membangun kampus ini bukanlah untuk kepentingan pribadi, tetapi bentuk pengabdian beliau dalam menjalani kehidupan. Itulah sebabnya, semua kampus yang didirikannya selalu mengutamakan kepentingan sosial, terutama untuk menyantuni anak-anak yatim.”
Jejak kampus ini, kata Kadafi tak lepas dari langkah-langkah yang sudah ditempuh pendirinya. “Jika kita lihat langkah-langkah yang ditempuhnya, tentu tak bisa kita cerna dengan logika sederhana. Bagaimana ia yang anak yatim, hanya sekolah tamatan SMA, namun bisa mendirikan empat kampus di berbagai daerah,” katanya.
Sangat jamak jika dalam perjalanannya Universitas Malahayati tentu diwarnai berbagai dinamika, seperti halnya manusia  yang dalam sejarah peradabannya sering dipenuhi berbagai pertentangan dan sinergi. Laksana dua buah kutub medan magnet yang menimbulkan daya tolak satu sama lain atau dua muatan listrik yang saling tarik menarik yang menghasilkan energi, lalu dari sini bisa menjadi penerangan atau kerusakan.
“Pertanyaannya adalah bagaimana kita tetap menjaga dua muatan listrik ini tetap saling tarik menarik dan menghasilkan penerangan bagi kampus ini?” Kadafi bertanya.
Di kampus Universitas Malahayati ada ribuan orang dengan berbagai pola pikir yang berbeda-beda, dan juga sifat dan karakter yang beragam. Itu semua, kata Kadafi, dapat menghasilkan sebuah energi besar untuk mendorong Universitas Malahayati menjadi lembaga pendidikan yang sangat diperhitungkan.
“Intinya adalah menyatukan pikiran ke arah yang positif. Maka, insya Allah akan berwujud pada sebuah makna kehidupan yang bernilai tinggi di Universitas Malahayati ini.”
“Untuk membangun masa depan yang lebih cerah, let’s challenge the future with Malahayati University,” kata Kadafi.
DI tengah-tengah kesibukannya yang padat mengurusi kampus dan beberapa organisasi, Kadafi ternyata tetap menyisihkan waktu khusus untuk keluarga. Ia juga gemar memelihara hewan. Ia pernah merawat seekor harimau sumatera dan memelihara tupai terbang. “Saat saya bertugas di di Universitas Abulyatama Aceh,” katanya. Kedua hewan itu, belakangan dilepas ke alam bebas, ketika kembali bertugas di Universitas Bandar Lampung.
Kini, ia adalah bagian dari komunitas penggemar burung kicau. Di samping kiri rumahnya di kompleks kampus Universitas Malahayati, ia membeli sebidang tanah khusus untuk penangkaran burung. Kelihatannya, ia sangat serius merawat aneka jenis burung di penangkaran itu. Berbagai jenis hewan berkicau ada di sana. Misalnya ada berbagai jenis jalak, murai, love bird, dan berbagai jenis burung lainnya. Ada pula jenis unggas yang hampir punah seperti jalak bali. “Kita komunitas pencinta burung kicau juga berupaya melestarikan burung-burung kicau dengan membuat penangkaran dan menjaga kesinambungan kehidupannya,” kata Kadafi yang terpesona dengan keindahan jalak bali, dan terbuai dengan nyanyian kacer dan merdunya kicau murai batu.
Kadafi mengakui untuk hobinya itu ia membutuhkan biaya. “Biasanya ada saja rezeki yang datang dari burung itu sendiri, misalnya ada berbagai perlombaan maka saya ikuti, hadiah-hadiah perlombaan saya gunakan untuk merawat mereka,” katanya. Burung kicau dari penangkaran Kadafi memang menyabet sejumlah pernghargaan dengan hadiah ratusan juta rupiah. Di dekat penangkaran, berjejer berbagai piala yang diperoleh dari kicau burungnya yang menawan. Di antaranya ada Piala Hamengku Buwono IX, Piala Gubernur DKI Jakarta, Piala Gubernur Jawa Barat.
Kadafi tentu tak menafikan bahwa ada orang-orang yang menyukai burung dan membeli di penangkarannya. “Melestarikan burung bukan semata-mata karena uang, tapi kalau itu bisa menghasilkan kenapa tidak,” katanya. Namun, terlepas dari itu semua, kehadiran aneka burung itu telah menghadirkan kenyaman sendiri di rumah Kadafi. “Proses dan seni itu yang terasa nikmat,” katanya.
Itulah sebabnya, kompleks perumahan ini seperti berada di taman yang asri. Burung-burung bernyanyi membuai penghuninya yang bermukim di tengah-tengah kawasan kampus yang rimbun dengan pepohonan. []
Catatan: Tulisan ini adalah penggalan kisah dalam buku “Inspirasi, Spirit & Dedikasi”karya Nurlis E. Meuko dan editor Yuswardi A. Suud.
SUMBER : http://atjehpost.com/

Thursday, March 10, 2016

Kasus Penembakan, Perwakilan PMTOH: Polisi Harus Bertanggung Jawab

No comments :

TAKENGON - Perwakilan Perusahaan Motor Transport Ondernemer Hasan (FA. PMTOH) Cabang Takengon, Jamaluddin minta pihak kepolisian Kabupaten Langkat bertanggung jawab atas kejadian penembakan bus PMTOH trayek Sumatera Utara-Aceh.

Bus PMTOH melaju dari Medan, Sumatera Utara tujuan Takengon, Aceh Tengah, dilaporkan ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Gebang, Langkat, Rabu malam.

Menurut keterangan sopir kita, si Munir, selain PMTOH ada 11 bus Aceh lagi yang kenak tembak malam itu dan di lokasi yang sama. Masak segitu banyaknya mobil ditembak, polisi di sana tidak bisa menangkap satu pun pelakunya," kata Jamaluddin ditemui portalsatu.com, Kamis, 10 Maret 2016.

Mengutip ketarangan Munir (sopir), Jamal memperkirakan bus PMTOH milik pihaknya itu didor oleh OTK menggunakan senapan angin.

Jamal menyebut kasus penembakan itu bukan pertama kali menimpa bus lintas Sumatera Utara-Aceh. Namun, sejauh ini ia mengaku tidak mengetahui motif penembakan bus milik perusahaan jasa transportasi angkutan penumpang darat yang berasal dari Aceh ini.

Sebelum menimpa bus PMTOH kami, bus jalur Sumatera Utara-Aceh lainnya juga pernah menjadi korban, ditembak juga," kata Jamal.

Menurut Jamal, kasus teror tersebut semakin mengancam keselamatan awak bus dan para penumpang. Sebab, sebelumnya pelaku beraksi menggunakan batu, namun kini semakin parah hingga menggunakan senjata.

Ini sangat kita sesalkan dan menjadi pertayaan besar bagi kita, kenapa polisi tidak bisa menangkap pelaku yang telah terang-terangan melakukan aksi itu" kata Jamal.

Sumber : Portal Satu

Bergek akan sapa penggemar yang ada di Banda Aceh

No comments :
Bergek akan sapa penggemar yang ada di Banda Aceh

Setelah menyapa penggemar melalui konser di beberapa kabupaten/kota di Aceh. Penyanyi dan komedian asal Lhokseumawe, Bergek akan melakukan konser di Banda Aceh.

Rencananya konser dilaksanakan, Sabtu (12/03/2016) di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, atau arena Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Lamprit, Banda Aceh.

Insyaallah, Bergek akan tampil dan menghibur masyarakat di Banda Aceh, " kata manager Bergek, Iwan Setiawan kepada habadaily.com

Kata Iwan, pada malam tersebut, Bergek cs akan membawakan beberapa tembang yang saat popular saat ini. Seperti boh hate ka gadoh dan sejulah tembang lainnya.

Selain Bergek sejumlah artis Aceh lainnya juga akan ikut hadir pada malam itu," jelasnya.

Sumber : Habadaily

Hebat, Putra Aceh di Yogyakarta Ini Berhasil Mengembangk...

No comments :
Serambi Indonesia
Hebat, Putra Aceh di Yogyakarta Ini Berhasil Mengembangkan 205 Bank Sampah dan Butik Daur Ulang
Bukan hanya dipasarkan di Yogyakarta, berbagai macam produksinya yang berasal dari daur ulang plastik kemasan sudah dijual ke Aceh hingga Manado.
Read More →
This notification was sent to kabaraceh17@gmail.com by Feed2Mail.

Unsubscribe |  Manage subscriptions |  Remove ads

Surya Paloh Akan Temui Calon Gubernur Aceh

No comments :
Surya Paloh Akan Temui Calon Gubernur Aceh

BANDA ACEH - “Pertemuan itu lebih kepada silaturahmi sebagai orang Aceh. Beliau ingin mendengar masukan, keinginan orang Aceh itu apa. Meskipun ada Partai NasDem di Aceh, tapi beliau ingin mendapatkan informasi yang utuh dari masyarakat Aceh,” kata Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Zaini Djalil SH, didampingi Sekretaris, Ramadhana Lubis, dan beberapa petinggi partai dalam konferensi pers di kantor partai itu di Banda Aceh, Rabu (9/3). Dia menjelaskan, khusus untuk balon gubernur, Surya Paloh hanya melakukan pertemuan dengan balon yang masuk dalam survei partai itu. Surya Paloh akan melakukan pertemuan tertutup dengan masing-masing balon secara terpisah. Adapun nama balon tersebut adalah Zaini Abdullah, Tarmizi Karim, Irwandi Yusuf, dan Muzakir Manaf alias Mualem. “Berbeda dengan daerah lain. Beliau (Surya Paloh) ingin mengkoordinir langsung secara sendiri, beliau ingin Aceh bisa melakukan pembangunan bersama pemerintahan (pusat) yang saat ini berada dengan beliau (Partai NasDem). Sedangkan pertemuan dengan balon bupati dan wali kota se-Aceh akan dilangsungkan di Hotel Hermes (Palace),” ujarnya. Menurut Zaini, pertemuan itu dilakukan tidak untuk dukung-mendukung kandidat tertentu, karena hasil survei baru akan diumumkan pada April mendatang. Tetapi, pada dasarnya lebih mengajak semua pihak untuk ikut menyukseskan Pilkada Aceh 2017 agar dapat berjalan secara sukses, damai, aman, dan berkualitas. “Partai NasDem sangat berkeinginan semua masyarakat menyukseskan pilkada. Bagi NasDem, tidak penting kader NasDem menang jika Aceh masih berkonflik. Sikap ini diambil Partai NasDem tidak terlepas dari posisi Bapak Surya Paloh sebagai putra Aceh yang berperan penting dalam mendukung pemerintahan Jokowi-JK,” katanya. Sumber: Serambi

Lihatlah peringkat kampus anda yang ada di Aceh

No comments :

IDEA rilis Peringkat Webometrics Perguruan Tinggi di Aceh


BANDA ACEH, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Aceh semakin lama semakin berkembang dan diharapkan bisa bersaing di level nasional, terutama setelah didirikannya KOPERTIS XIII Wilayah Aceh beberapa tahun yang lalu. Keberhasilan Universitas Syiah Kuala (Unysiah) menjadi salah satu dari sedikit Perguruan Tinggi yang berakreditasi A di Indonesia membuktikan bahwa sebenarnya PTN dan PTS di Aceh memiliki daya saing yang bagus.
Setelah pada Februari 2016 yang lalu Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) merilis peringkat PTN dan PTS di Indonesia, PTN dan PTS di Aceh harus lebih giat berbenah untuk memperbaiki kegiatan Tridharma Perguruan Tingginya, karena hanya dengan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian dari Dosen dan Mahasiswanyalah Perguruan Tinggi dapat maju.
Awal Maret 2016, Komunitas IDEA yang bergerak di bidang pendidikan merilis peringkat Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Aceh berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Webometric, salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) melalui Website kampus tersebut.
Peringkat Webometrics yang dimulai sejak tahun 2004 ini bisa menjadi patokan bagi calon mahasiswa dalam memilih universitas terbaik yang ada di Indonesia maupun di dunia.
Webometrics telah melakukan pemeringkatan terhadap 20.000 perguruan tinggi dari 200 negara. Bagaimana dengan PTN dan PTS di Aceh?
Program Manager IDEA, Jurnalis J. Hius mengatakan PTN dan PTS di Aceh mulai menggeliat memperbaiki dan memaksimalkan fungsi Websitesnya sebagai Pusat Informasi Kampus, sehingga ada pergerakan yang signifikan di peringkat Webometric.
“Unsyiah masih menjadi Kampus nomor 1 di Aceh, selain karena PTN terbaik, mahasiswa dan dosennya pun banyak, sehingga aktifitas Websitesnya pun ramai, ini sangat berpengaruh di penilaian Webometric”, Imbuh Jurnalis seraya menambahkan bahwa beberapa kampus yang memiliki mahasiswa yang ramai belum tentu memiliki peringkat yang bagus, karena mereka tidak memanfaatkan websitesnya.
Pemeringkatan Webometrics di Indonesia dapat diakses melalui alamat situs http://webometrics.info/en/Asia/ Indonesia%20. Masyarakat dapat melihat kampus mana yang telah diakui secara international sebagai kampus World Class University di Indonesia.
IDEA merilis pemeringkatan PTN dan PTS di Aceh yang diambil dari data Webometric dan menyajikannya kepada masyarakat akademik dan non akademik.
Webometric mengacu pada paramater penilaian seperti Presence, yakni Jumlah halaman web host dalam webdomain utama (termasuk semua subdomain dan direktori) dari universitas yang diindeks oleh mesin pencari Google. Penilaian ini menghitung setiap halaman web. Penilaian selanjutnya adalah Impact, yaitu banyaknya tautan luar yang merujuk pada websites kampus tersebut.
“keaktifan menulis dari dosen dan mahasiswa sangat bermanfaat untuk menambah nilai dari visibility websites, Indikatornya adalah produk dari jumlah backlink dan jumlah domain yang berasal dari backlink tersebut, sehingga tidak hanya penting popularitas link tetapi juga keragaman link”, tambah Jurnalis JH.
Selanjutnya penilaian bersumber dari Openess, yakni banyaknya jumlah berbagai jenis file yang dirujuk (baik upload maupun download) dari websites kampus. Keaktifan petugas administrasi di kampus memanfaatkan websites sebagai salah satu jalur komunikasi di kampus sangat berperan disini, karena berkas-berkas yang selama ini dipakai dirubah menjadi softfile yang lebih hemat penyimpanan dan pengadaan.
Penilaian selanjutnya adalah Excellence, penilaian ini mengacu pada seberapa banyak tulisan ilmiah yang dipublikasikan dan terindex di dunia internet yang merujuk pada webites kampus.
Jurnalis JH menjelaskan, “Dari 4 penilaian tersebut, terlihat kerjasama semua elemen kampus mulai dari tenaga kependidikan, tenaga didik serta peserta didik untuk bisa ikut bekerjasama memajukan kampus melalui Sistem Informasi kampus”. Pada zaman serba teknologi sekarang, Websites kampus bukanlah sebuah hal yang susah untuk dibuat dan dikelola, selain memudahkan dan menghemat, pemanfaatan Websites sebagai pusat informasi kampus sangat membantu calon mahasiswa menemukan berbagai informasi tentang kampus impiannya.
Sudah saatnya PTS dan PTN di Aceh bangkit memperbaiki peringkat kampusnya untuk bisa sejajar dengan Universitas Syiah Kuala sebagai Jantong Hatee Rakyat Aceh. Peringkat Webometric bukanlah tujuan akhir, banyak sekali penilaian pemeringkatan seperti 4ICU, THES dan ARWU.
Di Indonesia, selain dari Kementrian, juga terdapat pemeringkatan Tesca, dimana Aceh hanya mendaftarkan 1 kampus dalam Tesca, yakni Universitas Malikussaleh Lhokseumawe (UNIMAL).

LINTASNASIONAL.COM

Bus Sempati Star Dilempar di Pidie, 7 Pelajar Ditangkap

No comments :
Bus Sempati Star Dilempar di Pidie, 7 Pelajar Ditangkap
SIGLI - Aksi pelemparan bus kembali terjadi. Di Pidie, bus Sempati Star dengan nomor polisi BL 7776 AA, dilempar batu di jembatan Gampong Baro, Kecamatan Pidie, Rabu, 9 Maret 3016 sekira pukul 5.30 WIB. Polisi berhasil menangkap pelaku yang ternyata berstatus pelajar. Kapolres Pidie AKBP Muhajir, S.IK., M.H., Rabu, 9 Maret 2016, mengatakan, akibat kena lemparan batu sebesar bola tenis, kaca samping sebelah kanan bus itu pecah. Namun, tidak ada korban luka dalam peristiwa itu. Bus yang disopiri M. Ali (47), warga Gampong Peukan Pidie, Kecamatan Kota Sigli, dilempar batu ketika sedang melaju dari arah Medan ke Banda Aceh," terang Kapolres Muhajir kepada portalsatu.com. Muhajir menambahkan, begitu mendapat laporan, anggota dari Polsek Pidie di-back-up anggota Satuan Intelkam Polres Pidie langsung melakukan pengejaran dan penyelidikan di lapangan. Dalam waktu singkat petugas berhasil menangkap tujuh remaja, semua warga Gampong Baro, Kecamatan Pidie," imbuh Muhajir. Adapun tujuh pelaku yang diamankan terkait pelemparan bus itu, MF (14), Is (15), MM (14), MA (14), MT (12), In (12), dan MH (13), semuanya berstatus pelajar. Setelah diintrograsi terhadap tujuh pelajar itu, diketahui yang melakukan pelemparan hanya tiga orang, yakni, MT, In dan MH," kata Kapolres Muhajir. Sumber : Portal Satu Photo : (Ilustrasi) @ilhamkhaliq17

Wednesday, March 9, 2016

Gubernur Aceh Berharap Wilayahnya Jangan Dianaktirikan dan Diperlakukan Tidak Adil

No comments :
Gubernur Aceh Berharap Wilayahnya Jangan Dianaktirikan dan Diperlakukan Tidak Adil

TOKYO - Gubernur Aceh Zaini Abdullah minta Pemerintah Pusat berlaku adil dan jangan menganaktirikan Pemda Aceh dalam pembangunan di Aceh dan Sabang.

Kita hanya ingin diperlakukan adil dan jangan di anak tirikan dalam pembangunan dewasa ini," papar Zaini khusus kepada Tribunnews.com.

Diungkapkannya pula kepada Tribunnews.com ada seorang menteri yang berlaku tidak adil terhadap menteri dan telah dilaporkan kepada Presiden Jokowi hal tersebut.

Saya sudah lapor kepada Jokowi mengenai perlakuan tidak adil menteri tersebut dan Jokowi telah memakluminya. Nantilah pasti kita bangunkan yang baik bagi Aceh, kata Jokowi berjanji pada kami," lanjutnya.

Aceh melihat pembangunan jalan raya tol misalnya sudah dimulai dari Medan, padahal seharusnya dari Aceh.

Indonesia itu terbentang luas dari sisi barat kan dari Aceh bukan dari Medan. Mengapa pembangunan jalan tol kok sudah dilakukan dari Medan bukan dari Aceh ya?" ungkapnya.

Karena itulah ia berharap Aceh diperhatikan dengan baik Pemerintah Pusat sebagai bagian dari Indonesia meskipun ada di ujung barat.

Lakukanlah dengan adil merata dan jangan lakukan penganaktirian kepada kami," tambahnya.

Sumber : Tribunnews