Sunday, February 7, 2016
Duo Penulis Hebat Nusantara Asal Singkil
Sementara itu, Syekh Abdurrauf al-Singkili yang lahir di Singkil pada tahun 1105 H atau 1615 (versi lain tahun 1620), termasuk penulis sukses. Di samping beliau menjadi Mufti Agung dan Qadhi Malik al-Adil di Kerajaan Aceh Darussalam. Ia juga tampil di pentas intelektual Nusantara. Ia tergolong ulama yang sangat produktif dalam menulis. Karyanya mulai dari ilmu tasawuf hingga fikih. Ada sekitar dua puluh dua karya (kitab). Satu buah kitab tafsir, dua buah kitab hadis, tiga kitab fikih, dan sisanya kitab tasawuf.
Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Abdurrauf al-Singkili juga ulama-ulama penulis lain di Aceh, telah lama berpulang keramatullah. Namun, ilmu dan karya-karya yang ditorehkan mereka dalam bentuk buku, masih abadi. Generasi muda sekarang dan akan datang masih bisa membacanya.
Thursday, February 4, 2016
Korban Banjir Bandang Singkohor Direlokasi
Wednesday, February 3, 2016
Irwan Djohan: Konflik Antar Umat Beragama di Singkil Jangan Sampai Terulang
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Teuku Irwan Djohan mengharapkan pemerintah dapat mengelola toleransi antar umat beragama di Aceh Singkil. Pernyataan ini disampaikan Irwan Djohan terkait kerusuhan Singkil Oktober tahun lalu yang dipicu oleh lambannya pembongkaran rumah ibadat yang tak memiliki izin.
Hal ini disampaikan Irwan Djohan dalam rapat koordinasi mengenai kerusuhan Aceh Singkil di Kantor Gubernur Aceh, Rabu, 3 Februari 2016.
“Toleransi harus dilakukan kedua pihak. Apabila ada pelanggaran hukum harus ditentang, kita juga berharap penegak hukum harus tegas,” ujar Irwan Djohan.
Menurut Irwan Djohan, penegakan hukum secara tegas dapat meminimalisir munculnya sikap intoleran.
Irwan Djohan juga meminta pemerintah kabupaten mengantisipasi potensi munculnya kejadian serupa. Katanya, pemerintah daerah harus bekerja maksimal agar kerusuhan antar umat beragama tidak kembali terulang.
“Harus dilakukan pendekatan persuasif dari kedua belah pihak tokoh-tokoh agama. Pemerintah harus memiliki upaya-upaya khusus supaya kedua kelompok tokoh yang berbeda agama ini untuk bertemu, saling bersilaturrahmi, saling tatap muka, sama-sama melakukan kegiatan-kegiatan, baik itu kegiatan sosial, olahraga, dan keagaman, dan dapat menghargai satu sama lain,” sebut Irwan Djohan.
Sumber: Klik kabar
Tuesday, February 2, 2016
Hilang Saat Banjir, Rospita Ditemukan Meninggal Dunia
ACEH SINGKIL - Upaya pencarian Rospita membuahkan hasil, Tim Gabungan (BPBD, TNI, Polri) dibantu warga menemukan Jenazah Rospita Sitompul (65), Selasa (2/2) sekira pukul 14.15 wib. Tak jauh dari lokasi suaminya Hamzah Sihombing ditemukan.
Informasi ditemukanya mayat Rospita disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil Sulaiman ST, melalui sambungan selulernya, ia menyebutkan mayat Rospita ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan mayat Hamzah, Senin (1/2) sore. Tim saat ini sedang mengevakuasi korban.
Mayat Rospita sudah ditemukan, sekarang sedang dievakuasi oleh Tim kita, ditemukan masih di seputaran lokasi suaminya kemarin, di pingiran sungai juga," terang Sulaiman.
Sulaiman mengatakan rencananya sebelum diserahkan kepada keluarga, jenazah Rospita terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Singkohor untuk dibersihkan.
Kita bawa dulu ke Puskesmas, setelah itu baru kita serahkan kepada keluarganya," terang Sulaiman.
Dengan ditemukannya Jenazah Rospita Sitompul, berarti tiga orang korban banjir bandang yang menghantam Desa Mukti Jaya Kecamatan Singkohor sudah berhasil ditemukan.
Sebelumnya Rusiyem warga Sumber Mukti ditemukan warga pada hari minggu (31/1) atau dua jam setelah ia diketahui hanyut bersama suaminya di jembatan penghubung Kecamatan Singkohor Kuta Baharu saat hendak berjualan ke pasar mingguan Rimo Kecamatan Gunung Meriah.
Selanjutnya Senin (01/2) sore tim gabungan yang mencari pasangan Suami Istri warga Lae Sipola berhasil menemukan Jenazah Hamzah Sihombing sekitar 1 Km dari rumahnya yang hancur diterjang amukan air bah itu, lokasi itu tak jauh dari lokasi Rospita yang ditemukan.
Sumber : AJNN
