Showing posts with label jakarta. Show all posts

Thursday, March 3, 2016

Bocah Pamer Kemesraan di Ranjang Hebohkan Dunia Maya

No comments :

JAKARTA - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan unggahan bocah perempuan yang baru lulus sekolah dasar (SD). Foto yang diunggah ke media sosial Facebook dengan akun Ina si Nononk tersebut memperlihatkan kemesraan dengan lawan jenis dan terlihat tak mengenakan busana di atas ranjang.

Bocah yang di akun Facebook-nya mengaku dari daerah Cimalaya, Karawang, Jawa Barat, itu terlihat percaya diri mengunggah foto kemesraan yang di luar hal wajar tersebut.

Foto yang diunggah pada Selasa 2 Februari 2016 sontak mengagetkan netizen. Tak tanggung-tanggung, ribuan netizen menyerbu unggahan tersebut dengan caci maki. Tak sedikit juga yang memberikan nasihat.

Salah satu akun yang juga berasal dari Cilamaya, Mutiara Dewi, bahkan sempat menghardik unggahan mesra Ina di Facebook. Terlihat akun Mutiara Dewi menghujat Ina yang kini diketahui bersekolah di SMPN 1 Cilamaya Wetan.

Cilamaya tuh luas tauu,,emg cilamaya nya dimananya ,,jgn sosoan ngaku" ank cilamaya lh ,,dan jgn nge jelek"in nma SMPN1cilamaya wetan dan jgn sosoan ngaku skolah di Smp1Cilamaya wetan lh," tulis akun Mutiara Dewi.

Hal yang lebih membuat heboh, akun Ina sempat membalas cacian para netizen dengan kalimat "Masalah buat lo" dan "Munafik" .

Unggahan tersebut kini sudah dibagikan sabanyak 3.238 kali dan terus tersebar di dunia maya.

Sumber : Okezone

Thursday, February 25, 2016

Haji Uma Membantah Pernyataan Menteri dalam negeri

No comments :
Haji Uma : Syariat Islam di Aceh Tidak Melanggar HAM
___________________________________
Anggota DPD RI, Sudirman atau yang dikenal dengan Haji Uma juga angkat bicara terkait pernyataan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang dinilai salah kaprah dalam menyikapi pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.
Kepada acehterkini, Kamis (25/2/2016), Haji Uma mengatakan, pelaksanaan Syariat Islam sebagaimana diatur dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tidak melanggar HAM dan tidak melanggar UUD 1945 dan Pancasila adalah pengakuan ketuhanan.
“Pernyataan Mendagri itu sudah salah kaprah, saya minta Pemerintah Aceh dan masyarakat buat petisi untuk mengagalkan rencana Mendagri tersebut, saya akan perjuangkan,” ujar Haji Uma.
Penerapan Syariat Islam seperti wajib berbusana muslim dan muslimah di Aceh sudah diatur dalam Pasal 13 Qanun Nomor 11 Tahun 2002 dan tidak melanggar HAM bagi non muslim di Aceh.
Mendagri tidak paham dengan Syariat Islam di Aceh. Menurut Haji Uma penggunaan Jilbab di Aceh hanya untuk masyarakat Muslim dan tidak untuk non muslim.
Masalah busana muslim ini juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh. “Mendagri tidak bisa seenaknya mencabut peraturan tersebut,” kata Haji Uma berjanji akan mempertahankan aturan itu.
Pemerintah Pusat diharapkan agar tidak membuat Aceh sebagai tempat bereksperimen. Syariat Islam sudah ada sebelum Tjahjo Kumolo menjadi Mendagri.
“Mari kita pertahankan aturan itu demi pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah di Aceh, kita buat petisi kepada Presiden RI, Joko Widodo sebagai upaya menggagalkan rencana Mendagri, Tjahjo Kumolo yang pernah bernaung di bendera PDI-Perjuangan itu,” demikian Sudirman.

Wednesday, February 24, 2016

Miss Indonesia Utusan Dari aceh itu palsu

No comments :
Banda Aceh - Ajang pemilihan Miss Indonesia 2016 telah digelar sejak beberapa waktu lalu. Hingga kini sebanyak 34 finalis telah mengikuti karantina.
Acara puncak akan digelar Selasa 24 Februari 2016 di Studio 14 RCTI, Kebon Jeruk Jakarta, dan akan disiarkan secara langsung oleh RCTI dan Global TV.
Di malam puncak Miss Indonesia 2016, akan dilakukan penjurian dan diseleksi dari 34 menjadi 15 besar, 10 besar hingga 5 besar. Nah, ternyata dari 34 finalis tersebut terdapat seorang wanita cantik yang tampil mewakili Aceh. Gadis cantik yang kerap tampil seksi tersebut bernama Flavia Celly Jatmiko.
Namun, ada hal yang menarik perhatian publik dari sosok Flavia Celly Jatmiko ini. Hal ini tidak terlepas dari asal-usul gadis berkulit kuning langsat ini yang mulai dipertanyakan beberapa kalangan. Flavia Celly Jatmiko dianggap bukan berdarah Aceh. Ia diduga sama sekali tidak memiliki riwayat berasal dari Aceh, bahkan yang bersangkutan tidak pernah tinggal di Aceh.
Lantas dari manakah sebenarnya Flavia Celly Jatmiko berasal?
Berdasarkan informasi yang tercantum di laman resmi Miss Indonesia,  Flavia Celly Jatmiko tercatat sebagai gadis kelahiran Surabaya, 10 agustus 1994. 
Gadis dengan tinggi badan 168 cm ini saat ini juga tercatat sebagai mahasiswi di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga di Surabaya. Ia juga dikatakan sangat tertarik di dunIa modeling. 
Hal ini membawanya menjadi Model Favorit di salah satu ajang pemilihan Model yang diselenggarakan oleh salah satu medIa cetak ternama pada tahun 2010. 
Bukan hanya itu, Ia juga menjadi finalis Moslem Model Search pada tahun 2010 di Surabaya dan juga menjadi finalis Cak dan Ning pada tahun 2014 di Surabaya.MEDIAACEH.CO

Sunday, February 7, 2016

Buta huruf adalah yang tidak bisa bahasa inggris dan ilmu komputer

No comments :
Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof H. Abdul Rahman Masud menyatakan pendidik  yang tidak bisa mengoperasikan komputer dan berbahasa Inggris sama saja dengan buta huruf. Hal itu sampaika Rahman Masud saat memberikan pengarahan pada Pembukaan Diklat Teknis Subtantif yang dilaksanakan di Pusdiklat Kementerian Agama RI di Jakarta,

Di era sekarang ini, lanjutnya, seorang pendidik harus mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat jika tidak mau dikatakan buta huruf. "Guru harus kreatif dan profesional serta tidak mengajar alakadarnya apalagi asal asalan," tegasnya

Prof. Masud menambahkan bahwa guru harus
senantiasa memperbaharui kemampuan sehingga kualitas peserta didik akan terlihat. "Dari buah kita akan tahu pohonnya. Alat ukur keberhasilan profesionalisme guru adalah output siswanya," jelasnya.

Prof. Masud mengimbau  tenaga pendidik untuk menunjukkan kinerja dalam mengajar dan tidak terjebak oleh rutinitas "Salah satu sikap profesional adalah bagaimana pendidik menemukan motivasi dan tantangan dari dalam diri. Jangan terjebak oleh rutinitas ," jelasnya di hadapan sekitar 90 tenaga pendidik dari berbagai penjuru Indoneaia

Dalam Diklat yang akan digelar selama 7 hari mulai 19 sampai dengan 25 Oktober 2015 tersebut Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung mengirimkan 2 orang guru untuk mengikuti Diklat tersebut.

Kedua orang guru yang dikirim tersebut adalah Muhammad Faizin, S.Pd dari MAN 1 Pringsewu yang akan mengikuti Diklat Peningkatan Kompetensi Media Pembelajaran berbasis WEB dan Mursalin, S.Pd dari MAN 1 Lampung Tengah yang akan mengikuti Diklat Peningkatan Kompetensi Evaluasi Pendidikan.
(Sumber : www.teraslampung.com)

Thursday, February 4, 2016

Ketika Fatwa Ulama tak Didengar, Tunggulah Bencana

No comments :
Jakarta (SI Online) - Ulama adalah pewaris para Nabi. Perumpamaan para ulama di tengah-tengah umat manusia bagaikan bintang-bintang di langit yang menjadi penunjuk arah bagi manusia. Demikian dikatakan Rasulullah Saw dalam haditsnya.
Namun di zaman fitnah ini, disaat yang benar disalahkan dan sebaliknya yang salah dibenarkan, tidak sedikit fatwa ulama yang diabaikan, bahkan dicemooh. Hal itu bisa dilihat di media sosial, setiap ada seruan ulama tidak sedikit yang menghiraukannya.
"Kalau kita orang yang ngakunya Islam sudah benci ulama, tunggu bencana!" ujar KH. Ahmad Baidhowi dalam ceramahnya beberapa waktu lalu di Jakarta.
Menurut ulama betawi ini, kalau orang kafir tidak suka ulama itu wajar karena berbeda iman. "Tetapi yang saya tidak suka, ada muslim yang benci ulama, bahkan dia berani caci maki ulama," ungkapnya.
"Kalau ada nasihat ulama, fatwa ulama, ajaran ulama lalu kalian tidak pedulikan, kalian tunggu masanya akan mendapatkan bencana," kata Kyai Baidhowi.
Jadi, kata dia, fatwa dan himbuan ulama itu seharusnya didengar dan dilaksanakan, jangan dijauhkan. "Orang muslim tidak suka ulama, itu aneh," tandasnya.
red: adhila
sumber : suara-islam.com

Habib Rizieq: Sumber Kerusakan adalah Acara Televisi

No comments :
Jakarta (SI Online) - Pemerintah saat ini dikelilingi kelompok liberal, jadi setiap kesempatan seperti ada kasus bom Thamrin mereka akan semakin menyerang gerakan Islam. Menurut mereka, ini gara-gara diajarkan kekerasan, ketika beredar buku SD ada kata "jihad" itu juga dianggap kekerasan.
 
"Tetapi saya heran, mereka selalu menyalahkan ayat Alquran, menyalahkan agama Islam, tapi mereka lupa setiap hari bangsa Indonesia di TV selalu ditampilkan ajaran terorisme. Setiap hari kita disuguhkan film pembunuhan, penculikan, perampokan, itukan pelajaran kekerasan semua," ujar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab saat berceramah di Jakarta belum lama ini.
 
Jadi, kata Habib, kalau pemerintah tidak mau ada radikalisasi, tidak mau bangsa ini jadi bangsa yang penuh kekerasan maka stop film kekerasan.
 
"Giliran ayat Alquran disalahkan, tetapi ini TV yang setiap hari mengajarkan kekerasan malah dibiarkan, apa pemerintah tidak sadar?" katanya.
 
"Jadi sebetulnya, pemerintah sendiri yang mengajarkan radikalisme," tambah Habib Rizieq.
 
Termasuk juga soal pornografi. Yang mengajarkan anak kita hidup bebas, free seks, hedonis, itukan semua di ajarkan TV. "Atau sifat yang buruk kepada orang tua, melawan kepada orang tua, itu juga diajarkan TV. Jadi itu film-film yang ada di TV kebanyakan merusak akhlak, jadi jangan menyalahkan agama," jelasnya.
 
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa TV juga ada sisi positifnya, tapi acara-acara yang merusak pemerintah harus peduli dengan melarangnya.
 
Kemudian saat ini ada rencana revisi undang-undang terorisme, ada usulan ceramah provokatif harus dilarang. Kata Habib, kenapa ceramah harus dilarang sedangkan TV dibiarkan?
 
"Saya mau tanya, ada gak ceramah yang menyuruh nembak polisi di jalan? tidak, tapi kalau di TV ada gak adegan menembak polisi? banyak, jawab jamaah," 
 
"Jadi sumber kebejatan mulai dari free seks, melawan orang tua, merampok, membunuh, sampai teroris itu lengkap ada d TV. Bahkan sampai cara maling beraksi juga disiarkan televisi," tandas Habib Rizieq.
 
red: adhila
sumber : suara-islam.com